Menkeu Waspadai Dampak Kenaikan Harga Minyak Dunia

Sri Mulyani-Foto: Netral News.

JAKARTA—-Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrwati menyatakan  pemerintah mewaspadai kenaikan harga minyak dunia sebagai dampak serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi.  Yang perlu lebih diamati adalah dampak jangka panjang, stabilitas keamanan dan politik Timur Tengah.

“Kami mewaspadai kejadian ini menambah ketidakpastian  ekonomi  global  yang sudah terjadi sejak berapa bulan terakhir,” ujar Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (17/9/19).

Menurut Sri Mulyani, seabgai eksportir minyak utama dunia dengan cadangan yang berlimpah, serangan terhadap Arab Saudi  berpotensi mempengaruhi pasokan minyak dunia.

“Kami juga akan melihat rekasi dari negara-negara perkasa sepertu Saudi Arabia, Amerika Serikat, Iran, dan negara-negara lainnya,” kata dia.

“Yang tidak hanya akan punya sentimen tapi betul-betul konstelasi politik dan keamanan. jadi itu yang akan menjadi fokus kita,” ungkapnya.

Lanjut Sri Mulyani, masih harus menunggu kejelasan seberapa cepat Saudi Arabia bisa recover. Yang muncul, sambungnya, adalah berapa banyak yang suplai minyak dan apakah bisa disuplai oleh cadangan minyak mereka.

Harga minyak dunia memang melonjak lebih dari 10 persen pada Senin (16/9). Mengutip AFP, minyak jenis West Texas Intermediate melonjak 10,68 persen menjadi US$60,71 per barel dan Brent naik 11,77 persen menjadi US$67,31 per barel.

Sementara Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu, Suahasil Nazara mengungkapkan, sebagian besar suplai minyak RI berasal dari Arab. sehingga otomatis insiden di Arab Saudi akan berpengaruh terhadap neraca perdagangan RI.

“Saya yakin pemerintah Arab Saudi punya contingency plan. Kita rasa akan berdampak ke harga, kemungkinan ada. Kita perlu cek dulu situasi yang dihadapi oleh Arab,” kata dia.

Share This:

You may also like...