Menjaring anggota kalangan pekerja

Banyak kiat dilakukan KSP dalam menjaring para anggotanya, mulai dari kesamaan daerah, profesi dan segmen komunitas. Ada pula berbasis kalangan pekerja seperti halnya KSP Makmur Mandiri.

hut ksp makmur mandiri

Perkembangan usaha  koperasi berbasis jasa keuangan  memang relatif cepat. Itu pula sebabnya kehadiran Koperasi Simpan Pinjam (KSP) lebih menjamur dibanding jenis koperasi lainnya, seperti Koperasi Produsen atau Konsumen. Ambil contoh, KSP Makmur Mandiri yang dalam tempo tujuh tahun sudah mampu mengembangkan 56 kantor cabang di 34 Kabupaten/Kota  yang tersebar di 10 provinsi.

Ajaib? Tidak juga karena proses kelahirannya memang tidak instan. Pendiri KSP ini,  Tumbur Naibaho, mantan karyawan PT Asuransi Jiwa Bumi Asih (BAJ),  bukan orang baru ketika mendirikan koperasi ini pada tahun 2009. Sebelumnya, sarjana jebolan Fakultas Matematika Universitas Sumetera Utara, Medan ini, sudah mengelola koperasi karyawan di lingkungan perusahaannya tempat bekerja. Ketika kinerja BAJ semakin merosot, bersama teman sekerjanya ayah empat anak ini  menggagas pendirian KSP Makmur Mandiri  di bilangan Tambun, Jawa Barat. Pendirinya sebanyak 25 orang terdiri dari sahabat, keluarga dan teman yang punya jam terbang panjang di bidang asuransi, pasar modal, dana pensiun, BPR dan koperasi.  Hasilnya tidak heran, jika koperasi yang dimotori kalangan para profesional perbankan dan pekerja asuransi yang terkenal gigih di lapangan ini, mendulang hasil yang relatif cepat.  Upaya menjaring anggota setianya, KSP ini melakukan segmentasi pasar, yaitu hanya merekrut anggota dari kalangan pekerja. “Secara spesifik kami tidak merekrut  anggota dari kalangan pedagang, petani ataupun ibu rumah tangga. Yang kami sasar adalah para pekerja aktif dan berpenghasilan tetap, sehingga pinjaman bisa aman,” ujar Tumbur seraya menambahkan rerata pinjaman bisa diberikan mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 4 juta.  “Kami memang tak muluk-muluk dalam melemparkan pinjaman dana kepada anggota, karena yang kami biaya adalah pinjaman yang sifatnya urgent, bukannya kredit komersial,” tukasnya.

Dengan segmentasi pasar khusus itu, beralasan jika koperasi ini membuka cabang di seputar perkantoran dan industri. Kinerja keuangannya terus mendaki dengan perolehan aset per Juni 2016 mencapai Rp 103,4 miliar dan outstanding kredit Rp 54 miliar.  Sedangkan total anggota dan calon anggota  yang dilayani sebanyak 21.790 orang.  (SAW)

Share This: