Menimba Pengalaman pada Koperasi Senior

Untuk menggali kinerja koperasi yang terbilang besar di Tanah Air, Koperasi Karyawan Astra International ( KAI) 4 November lalu melakukan studi banding ke Kospin Jasa di Pekalongan, Jawa Tengah. Kunjungan yang dipimpin Wakil Ketua KAI Corison Sidhaputra, Bendahara Agustinus Sunarko dan Sekretaris Widhihandoyo itu diterima oleh Sekretaris Pengurus Kopsin Jasa, Sachroni di kantor pusat Kospin Jasa Pekalongan, dan dilanjutkan dengan diskusi antar kedua koperasi skala besar itu.
Diskusi yang berlangsung dalam suasana santai itu, juru bicara KAI, Ketua Bidang Pengembangan Usaha, Masrana mengatakan pihaknya tertarik untuk mempelajari kinerja Kospin Jasa yang mampu bertahan selama empat dasa warsa lebih. “Tentu tidak mudah menjaga kinerja koperasi salama 40 tahun lebih ini, dan KAI sebagai koperasi yang masih belia ingin menimba pengalaman lebih banyak dari koperasi senior,” kata Masrana.
KAI jelas Masarana, adalah koperasi yang bernaung di bawah panji perusahaan besar PT Astra International Tbk (PT AI), namun demikian semua usahanya murni dari anggota dan tidak menginduk ke PT AI. Anggota KAI saat ini mencapai 69.506 orang atau 42,41% dari total karyawan PT AI sebanyak 163.886 orang. Sementara total aset per tahuhn buku 2013 mencapai Rp 659,773 miliar, pinjaman disalurkan Rp 322,866 miliar dan simpanan yang dikelola Rp 333,933 miliar. “Dibanding Kospin Jasa, tentunya kami belum apa-apa, karenanya KAI ingin menimba pengalaman lebih banyak kepada Kospin Jasa dalam mengelola koperasi,” kata Masrana.
Kendati pertemuan berlangsung singkat, namun banyak benchmark yang bisa dipetik dari Pekalongan. “Kospin Jasa adalah gambaran koperasi yang sudah well establish, dengan pengelolaan profesional. Kami bisa belajar dari cara mereka merekrut anggota yang jauh dari unsur nepotisme,” kata Masrana kepada PELUANG. Yang menaarik sambungnya lagi, ternyata tidak mudah jadi anggota Kospin Jasa, karena harus ada prakondisi selama setahun, dimana kapasitas dan bisnis calon anggota dipelajari secara seksama. “Di KAI persayaratan seperti itu memang tidak ada karena kita koperasi karyawan, tapi yang bisa kita benchmark adalah cara mereka mengembangkan usaha, yang tidak by feeling tapi berdasarkan kebutuhan. Selain itu, masih kata Masrana, produk tabungannya sangat variatif, dan kerja sama dengan perusahaan lain seperti dengan Garuda dan co branding dengan kartu kredit Visa sangat bagus dalam upaya menaikkan pamor koperasi. (Ira)

Kopdit Obor Mas
Bergeser Bangun Perumahan Anggota

LETANSA Obor Mas Permai, itulah nama bisnis baru Koperasi Kredit (Kopdit) Obormas Maumere, Nusa Tenggara Timur yang kini mulai merambah usaha properti. Tunggu dulu, walau bisnis baru ini terkesan jauh dari kepentingan anggota yang umumnya simpan pinjam, namun Frediyanto, General Manager (GM) Kopdit Obor Mas menjamin usaha ini sepenuhnya dari dan untuk kepentingan anggota. “Kami tidak akan melakukan usaha yang tidak berbasis kepentingan anggota,” ujarnya beberapa waktu lalu. Frediyanto yang baru saja dipilih kembali menjadi GM Kopdit Obor Mas mengatakan program perumahan itu sudah lama dirancang, namun baru tahun ini bisa dilaksanakan.
Letansa Obor Mas, merupakan perumahan untuk anggota Kopdit Obor Mas yang bekerjasama dengan developer PT Tana Rama. Perumahan yang pada tahap awal akan dibangun 370 unit di atas tanah seluas 6 hektar itu, direncanakan siap huni pada September 2015, sedangkan investasi ditanam Obor Mas sebesar Rp 7 miliar.
Dilantik Bupati
Sejak ditunjuk sebagai GM Kopdit Obor Mas tahun 1998, Frediyanto dinilai sukses membangun koperasi para guru itu dengan berbagai program yang menguntungkan anggota. Dalam ranking Kopdit se Indonesia, Obor Mas berada pada 10 besar Kopdit dengan aset terbesar. Itu sebabnya pada April 2014 lalu Frediyanto kembali didaulat menjabat GM Kopdit Obor Mas yang dilantik langsung oleh Bupati Maumere, Drs Yosef Ansar Rera.

Share This:

You may also like...