Menanti Bangkitnya Industri Lokal

Gegap gempita menyambut revolusi industri 4.0 dihadapkan pada realitas deindustrialisasi yang terus berlangsung. Penyebab utamanya adalah defisit transaksi berjalan yang semakin menganga dan minimnya dukungan SDM mumpuni. Pemerintah mengklaim sudah memiliki jurus ampuh untuk mengatasi deindustrialisasi. Klaim itu dengan sendirinya akan diuji waktu, apakah sekadar jargon atau memang serius.

Pada sisi lain, sinyal positif reindustrialisasi mulai tampak menyusul meningkatnya penyaluran kredit perbankan dalam 4 tahun terakhir. Semua pihak tentu berharap industri lokal bergairah kembali agar dapat menyerap tenaga kerja dan lepas dari jeratan middle income trap.

Share This:

Next Post

Industri 4.0 Dibayangi Deindustrialisasi

Sel Mar 5 , 2019
Industri berbasis digital memang menjanjikan potensi pertumbuhan eksponensial. Namun jangan dilupakan juga pembenahan industri dasar (2.0 dan 3.0). Tanpa reindustrialisasi, Indonesia akan berkutat dalam middle income trap. Wacana industri 4.0 pertama kali diluncurkan Klaus Schwab, Ketua Eksekutif World Economic Forum (WEF) dalam bukunya “Revolusi Industri Keempat”. Industri ini menjadi menjadi […]