Memperkaya Ide dengan Berpikir Kreatif

Lalu lintas bagi ide-ide yang datang dari mana pun perlu dikondisikan. Syaratnya, semua anggota tim  perlu membiasakan berpikir kreatif. Hasilnya, di samping ide inovatif, juga sikap optimis.

ANDA seorang manajer? Berbahagialah jika memiliki anak buah atau anggota tim yang mau mengutarakan ide-idenya. Tidak semua orang atau karyawan mau dan berani menyampaikan gagasan positif yang ada di kepalanya. Mungkin karena takut, mungkin juga segan, atau khawatir dilecehkan. Untuk itu, yang pertama kali harus dilakukan agar ada iklim yang sehat untuk lalu lintas ide adalah apresiasi.

Sebuah ide adalah hasil dari proses berpikir kreatif. Oleh karena itu, tidak ada ide yang salah, selama ide tersebut bukanlah rencana untuk melakukan sesuatu yang merugikan. Setiap ide perlu untuk diapresiasi. Mungkin apresiasi itu hanya dalam bentuk perkataan, seperti ‘terima kasih untuk idenya’, ‘ide yang bagus’, ‘wah, keren’, atau ‘mantap’.

Dengan apresiasi, setiap orang yang terlibat di dalam tim akan semakin terpacu untuk berpikir kreatif, agar dia mampu menghasilkan ide. Ide tersebut tidak perlu ide yang brilian. Sebuah ide sederhana juga bisa jadi ide yang luar biasa, jika dia dapat diaplikasikan sesuai dengan kebutuhan.  Selanjutnya, ide-ide tersebut tinggal digodok agar matang dan bisa diwujudkan menjadi sesuatu yang berguna bagi perusahaan.

Lalu, bagaimana cara menumbuhkan iklim berpikir kreatif? Berpikir kreatif  tidak hanya dibutuhkan di bidang seni. Di semua bidang pekerjaan memerlukan yang namanya inovasi. Pelakunya adalah mereka yang selalu mau dan mampu berpikir kreatif. Dengan membiasakan diri berpikir kreatif, ide untuk berinovasi bisa muncul di mana saja. Kemampuan semacam ini mungkin anugrah. Tapi, jika anda tidak dalam kategori itu, tidak perlu berkecil hati.

Berpikir kreatif bisa diusahakan dan dibiasakan. Yang dibutuhkan untuk itu adalah kebiasaan berpikir positif. Hanya orang-orang yang berpikiran positif yang mampu berpikir kreatif. Sikap optimis inilah yang akan merangsang seseorang untuk berpikir kreatif, karena mereka lebih cenderung optimis. Dengan kebiasaan berpikir positif, ada rangsangan untuk mencari solusi, baik untuk mengatasi masalah maupun untuk mencari sesuatu yang lebih baik. Mereka yang berpikir positif akan menganggap semua masalah dan tantangan adalah kesempatan untuk menjadi lebih baik.

Berpikir kreatif juga bisa dirangsang dengan pertanyaan, hingga otak akan dirangsang untuk mencari jawabannya. Anda bisa bertanya kepada diri sendiri. Antara lain, bagaimana agar saya bisa bekerja dengan lebih baik? Apa yang saya butuhkan agar saya bisa bekerja lebih maksimal? Bagaimana agar dengan fasilitas yang ada, saya bisa bekerja lebih efektif dan efisien?

Tapi, tidak boleh berhenti dengan bertanya. Anda juga harus aktif mencari jawabannya. Caranya, sibukkan diri dengan kegiatan-kegiatan yang positif dan banyak memperbayak bacaan yang relevan. Lalu, satu prasyarat yang lain: adanya kesempatan. Kesempatan di sini tentu saja adalah kesempatan yang diberikan oleh tempat Anda bekerja. Kalau tempat bekerja Anda selalu memberikan kesempatan pada Anda untuk mengutarakan ide atau pertanyaan yang berhubungan dengan pekerjaan, maka Anda juga akan semakin terpacu untuk berpikir kreatif.●

Share This:

You may also like...