Melanjutkan yang sudah ada

alam peta pergerakan ko-
perasi di Indonesia, Kospin
Jasa merupakan bagian tidak terpisahkan. Setelah didirikan oleh generasi pertama dan diterus- kan generasi kedua, kini koperasi yang didirikan oleh tiga etnis ini diko- mandani oleh Andy Arsland Djun- aid, sang generasi ketiga. Di tangan Andy, berbagai inovasi dan pening- katan kualitas layanan terus dilaku- kan untuk mengembangkan usaha koperasi tersebut. Namun dengan rendah hati, Andy menyebut hanya meneruskan hal-hal yang sudah di- lakukan generasi kedua, Zaki Arsland Djunaid.

Yang menarik, meski berposisi sebagai “putra mahkota”, ia tidak lang- sung meneruskan tongkat estafet pendahulunya. Andy sempat bekerja di perusahaan milik orang lain. Ia juga sempat berwirausaha dengan berjualan batik dan mengelola money changer. Baru ketika Kospin Jasa akan melebar- kan sayap di Jakarta, sang ayah memintanya untuk bergabung pada tahun
2005. Andy tiada kuasa menolak permintaan sang ayah, dan hingga sekarang ia menahkodai koperasi terbesar di Indonesia ini.
Selain berperan dalam membesarkan Kospin Jasa, ia juga memiliki pikiran-pikiran bernas mengenai koperasi simpan pinjam (KSP). Andy pun tidak segan-segan mengkritik ketidakberdayaan pemerintah dalam menghadapi praktik investasi di KSP. Bagaimana kiprah dan pemikiran Andy Arslan Djunaid tentang Kospin Jasa dan perkoperasian di Indonesia secara umum ? Berikut wawancaranya dengan Irsyad Muchtar dari MAJALAH PELUANG.

 

Share This: