Manjurnya Pemasaran Mulut ke Mulut

1

Tiada iklan yang lebih baik daripada iklan dari mulut ke mulut (MKM). Iklan MKM yang positif jadi idaman setiap pengusaha. Getok tular itu terjadi karena yang ‘bicara’ justru mutu produk/jasa

pemasaran

Pemasaran dari terbukti mulut-ke-mulut masih sangat efektif. Khususnya di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat. Pelanggan yang puas dengan mutu produk atau jasa pelayanan biasanya berbagi cerita. Mereka tidak berhenti pada tahap menikmatinya untuk diri sendiri. Rekan dan koleganya akan dia rekomendasikan secara pribadi. Alhasil, jadilah semacam pesan berantai.

“Kalau nggak enak bilang ama saya; kalau enak bilang-bilang ama orang lain”
Dewasa ini, para pemasar telah menciptakan satu pengetahuan manjur tentang iklan dari mulut-ke-mulut (MKM). Bahkan ada Asosiasi Pemasaran MKM untuk para profesional pemasaran yang bertugas membangun iklan dari mulut-ke-mulut. Anda harus aktif mengupayakan iklan MKM. Untuk hasil terbaik, buatlah satu program iklan MKM dengan menggunakan paling tidak salah satu dari tiga siasat berikut:
            1. Nebeng orang-orang berpengaruh. Tiap komunitas punya influencers, tokoh berpengaruh yang cenderung diikuti. Mereka kerap menjadi acuan dalam setiap tren. Mereka tahu restoran mana yang punya koki hebat, atau toko mana yang menjual sepatu atletik terbaik. Mereka juga senang mengabari rekan dan kenalan mereka tentang apa-apa yang mereka ketahui.
Lalu, bagaimana caranya agar influencers membicarakan Anda? Bukalah dialog melalui situs web. Tampung komentar para pelanggan, baik positif maupun negatif. Identifikasi peserta yang paling aktif.  Undang mereka untuk menjadi bagian grup. Beri hak istimewa memperoleh info atau akses pertama terhadap produk dan jasa baru Anda.

Atau, tentukan organisasi atau grup yang anggotanya mau menerima pesan Anda. Dari situ dicari sang influencers. Untuk produk sirup, misalnya: fokuskan pesan bahwa produk Anda diolah dari air yang direkomendasikan, bagus untuk kesehatan, tanpa gula ekstrak atau ramuan kimia. Kirim contoh ke para ahli diet dan ahli gizi di seluruh negeri untuk dibagikan kepada pasien mereka.
            2. Usahakan diliput Humas: Informasi di liputan editorial umumnya lebih dipercaya konsumen daripada pesan iklan. Penggunaan humas sangat signifikan dalam suatu kampanye MKM. Dar berbagai publikasi dan ribuian situs web amatir, Anda tinggal mengidentifikasi editor atau jurnalis terbaik yang menulis produk/jasa yang Anda pasarkan. Sesuaikan pesan atau kisah Anda untuk mereka, kemudian kirimi surat atau press release. Tindaklanjuti melalui telpon atau e-mail.

Ulasan editorial itu amat penting bagi pemasaran produk baru. Ingat, hanya produk/jasa yang bagus yang diberitakan di media yang tepat-lah yang dapat membuat orang-orang membicarakannya—melalui blogs sampai majalah-majalah. Satu hal menarik yang diliput dalam sebuah blog populer potensial dibaca oleh banyak orang. Selanjutnya, media bakal terusik untuk menyebarkannya.

  1. Semai pemasaran menular (viral marketing): Sudahkah Anda mengidentifikasi satu gagasan jelas untuk dikomunikasikan melalui iklan MKM? Viral marketing berhasil jika topik Anda mampu memotivasi pelanggan dan mereka memperbincangkannya. Lalu, Anda sambut itu melalui satu komunitas online interaktif yang kuat. Fasilitasi koneksinya dengan menggunakan blog perusahaan, message board ataupun forum. Sebuah topik dengan bobot impresi yang kuat tentu saja lahir dari kreativitas. Mem-forward untuk membangun iklan MKM.●(Nay)

 

Share This:

One thought on “Manjurnya Pemasaran Mulut ke Mulut

  1. Hi , I do believe this is an excellent blog. I stumbled upon it on Yahoo , i will come back once again. Money and freedom is the best way to change, may you be rich and help other people.

Comments are closed.

Next Post

Majalah Peluang Edisi 85 - April 2017

Sel Apr 4 , 2017
    Share on: WhatsApp Share This: