Manjakan Anggota dengan Efisiensi Pelayanan

Kembali meraih penghargaan sebagai satu dari 100 koperasi besar Indonesia agaknya bukan berita besar bagi Koperasi Kredit CU Keling Kumang. Penghargaan bergengsi itu bahkan sudah diterima sejak 2012 ketika Majalah PELUANG melansir pertamakali jajaran 100 koperasi besar Indonsia. Koperasi yang berkantor pusat di Jalan Sekadau- Sintang kabupaten Sekadau Kalimantan Barat ini, kala itu menempati urutan delapan besar dengan aset Rp650 miliar, pinjaman beredar Rp468 miliar dan anggota 114.377 orang. Posisi dan kinerja 9 tahun lalu itu kini sudah jauh berbeda dengan pencapaian CU Keling Kumang yang pada tahun buku 2020 membukukan aset Rp1,6 triliun, pinjaman beredar Rp1,037 triliun dan anggota 187.013 orang. Apa kiat bisnis koperasi yang dikenal dengan bisnis single purpose, simpan pinjam ini ? Wartawan Majalah PELUANG, Irsyad Muchtar, akhir Maret lalu berbincang dengan CEO Kopdit CU Keling Kumang, Valentinus. Berikut petikannya.

SETAHUN MENGARUNGI PANDEMI COVID-19, BAGAIMANA UPAYA CUKK MENJAGA KINERJA USAHA.

Pertama, CUKK terus melakukan promosi kepada anggota melalui berbagai media massa maupun sosial untuk terus menjaga agar anggota tetap giat dalam ber CU. Kami juga mengadakan webinar/ Pendidikan secara online agar dapat memotivasi anggota dalam menghadapi pandemi, anggota tidak perlu datang dan hadir secara langsung, cukup secara online dan tetap bisa mendapatkan informasi mengenai CUKK. Kami juga melakukan pendampingan usaha kepada anggota yang memiliki usaha baik secara kelompok maupun individu. Dari situ kita merasa melakukan inovasi di tengah pandemi terutama memudahkan anggota mendapatkan pelayanan maksimal. Bulan Maret lalu kita menambah unit ATM Cardless/ tanpa kartu guna memudahkan anggota melakukan transaksi penarikan di ATM dan tidak harus tatap muka dengan staf. Selain itu beberapa kerja sama dengan mitra terus kami jajaki agar kinerja usaha tetap bagus diantaranya melakukan kerja sama pemasangan listrik PLN di kampung-kampung melalui CUKK sehingga kinerja usaha kita meningkat dan anggota bisa memasang listrik PLN melalui pinjaman di CUKK. Kerja sama juga dengan perusahaan properti agar kinerja usaha tetap tumbuh.

BERAPA BESAR DAMPAK PANDEMI TERHADAP USAHA ANGGOTA.

Usaha anggota di awal pandemi mengalami masalah cukup serius karena banyak kampung yang melakukan lock-down dan orang takut untuk keluar rumah.  Banyak juga usaha anggota yang mengalami kendala dan tentunya menjadi masalah CUKK dimana anggota yang sebelumnya mampu mengangsur pinjaman secara tepat waktu dan tepat jumlah, selanjutnya hanya membayar pinjaman semampunya saja.

CUKK juga mendata usaha-usaha anggota yang terdampak terutama UMKM dan selanjutnya diajukan ke pihak kementerian untuk mendapatkan bantuan BPUM.

BAGAIMANA DENGAN KINERJA USAHA CUKK TAHUN INI DIBANDING PERIODE TAHUN LALU BAIK DARI CAPAIAN ASET, PINJAMAN BEREDAR, PENGEMBANGAN CABANG/TP DAN KARYAWAN.

Dari capaian aset dan anggota, perkembangan meningkat dengan pencapaian 100, 23%. Untuk Aset bertambah Rp 143.517.412.000,- setahun dengan total aset  sebanyak Rp 1.612.305.279.852, pinjaman beredar Rp1,037 triliun atau turun Rp45 miliar dibanding tahun sebelumnya. Kemudian, anggota tercapai 91,51% bertambah 7.000 orang pertahun dengan total anggota per 31 Desember 2020 adalah 187.013 orang, tetapi untuk pinjaman beredar terjadi penurunan yaitu hanya tercapai 82,67%. Sedangkan jumlah cabang CUKK kini tercatat sebanyak 65 Cabang dengan jumlah karyawan 632 orang.

BERAPA BESAR MANFAAT TRANSFORMASI DIGITALISASI YANG DIKEMBANGKAN CUKK, TERUTAMA KORELASINYA TERHADAP LITERASI FINANSIAL ANGGOTA.

Sangat besar manfaatnya, tentu yang pertama memudahkan pelayanan kepada anggota, selanjutnya anggota tidak perlu datang ke kantor apabila hanya sekadar untuk transfer ke sesama anggota ataupun ke Bank. Selain efisien waktu mereka juga efisien biaya transportasi dari rumah ke CU sehingga tentu mereka bisa berhemat dan uang bisa digunakan untuk menabung. 

PEMERINTAH IMBAU AGAR KOPERASI MEMPERHEBAT PENGEMBANGAN SEKTOR RIIL AGAR TERJADI MULTIFLIER EFFECT. BAGAIMANA DENGAN UPAYA CUKK YANG SEJAK BEBERAPA TAHUN INI MENYASAR RAMBAHAN BISNIS SPIN-OFF.

Gerakan spin-off CUKK sudah ada sejak 2011 dan terus melakukan pengembangan usaha sektor riil, sejauh ini kita libatkan anggota lebih banyak untuk mendukung Gerakan spin- off terutama anggota yang berasal dari petani pada umumnya. CUKK sebagai inisiator Gerakan Spin-off terus mendukung pengembangan sektor riil di unit-unit di bawah naungan Keling Kumang Group bukan hanya soal analisis usaha dan modal penyertaan tetapi beberapa staf CUKK juga di BKO (Bantuan Kerja Operasional) kan untuk mengelola unit-unit sektor riil agar unit berjalan dengan baik dan kinerja usahanya terus meningkat.

CUKK TUMBUH DAN BERKEMBANG OLEH PARTISIPASI ANGGOTA YANG SANGAT KUAT. ADAKAH HARAPAN ATAU KENDALA DIHADAPI YANG PERLU DAPAT RESPON PEMERINTAH.

CU adalah kumpulan orang sehingga anggota menjadi kekuatan utama berkembangnya CUKK. Yang perlu mendapatkan respon dari pemerintah adalah perhatikan pelaku-pelaku usaha yang berasal dari anggota CU dan hanya meminjam di CU. CU juga bisa menyalurkan KUR dengan syarat-syarat yang lebih mudah. Kemudian pemerintah perlu mendata rentenir yang menggunakan baju CU tetapi praktek yang mereka gunakan bukan Koperasi yaitu Dari, Oleh dan Untuk Anggota.  (Irm)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *