Mamak Sulthon Sulap Lahan Rawa untuk Budi Daya Cabai dan Sayuran

Ilustrasi Mamak Sulthon bersama suaminya (tengah) di ladangnya-Foto: Istimewa.

PULANG PISAU—Bagaikan gayung bersambut, tekad   Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau menjadi  lumbung cabai di Provinsi Kalimantan Tengah tiga tahun silam mendapat dukungan para petani.

Salah satu di antara petani itu ialah  Mamak Sulthon. Petani yang tinggal di Kelurahan Bereng, Kabupaten Pulang Pisau  berhasil menyulap lahan rawa menjadi produktif dengan budi daya cabai dan sayuran lainnya. Sebagai seorang transmigran,  bersama suaminya, Mamak Sulthon memiliki lahan seluas 2 hektare.

Sayangnya, hanya satu hektare yang berhasil ditanami karena terkendala permodalan. Dalam lahan satu hektare tersebut, dia melakukan  budi daya tumpangsari  cabai dengan tomat, daun bawang dan juga okra.

Dari hasil pertanaman cabainya, Mamak Sulthon berhasil menyekolahkan kelima anaknya hingga bangku kuliah. Empat orang anaknya sudah lulus, sedangkan anak terakhirnya belum tamat.

Saat ini suaminya yang tergabung dalam Kelompok Tani Tunas Muda Bereng, di Kelurahan Bereng, Kabupaten Pulang Pisau  mendapatkan bantuan pengembangan food estate seluas 0,5 ha untuk tanaman cabai rawit.

Bantuan yang diperoleh berupa biaya olah lahan dan sarana produksi yaitu benih cabai rawit varietas sigantung, NPK, pupuk organik padat, pupuk organik cair, dolomit, mulsa plastik, likat kuning, benih jagung manis keranjang panen dan fungisida.

“Saya sangat bersyukur karena dengan adanya bantuan ini lahan yang tergarap menjadi lebih luas.

Kepala Bidang Hortikultura Kabupaten Pulang Pisau, Wiwik mengatakan, pihaknya siap mengawal petani mewujudkan program ini. Ia juga berharap agar program ini kontinyu dan penerima manfaatnya semakin luas.

“Bantuan tersebut merupakan bagian dalam pengembangan Food Estate (FE) yang merupakan salah satu konsep penumbuhan lumbung pangan,” katanya dalam keterangan persnya, Selasa (5/1/21)..

Kalimantan Tengah merupakan salah satu lokasi pengembangan food estate. Beberapa komoditas pertanian dikembangkan di sana termasuk hortikultura.  Komoditas hortikultura yang dikembangkan antara lain sayuran dan buah-buahan terdiri dari cabai, sawi, kangkung, jeruk, kelengkeng dan durian.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *