Makmur Berkat Karnaval

Brazil sempat juga terhimpit persoalan ekonomi namun karnaval dalam pesta tahunan di Rio de Jeneiro telah menghidupkan sektor pariwisata mereka.

Karnaval Rio telah lama menjadi ikon pariwisata Brazil yang menyedot jutaan orang dari berbagai belahan dunia untuk turun ke jalan-jalan di kota-kota mereka.

Jangan kaget jika angka kepari- wisataan baik domestik maupun in- ternasional di luar dugaan dan terus mengikuti tren yang baik. Dan dengan nilai tukar dolar yang meninggi, banyak masyarakat Brazil yang lebih memilih untuk merayakan karnaval di rumah, jalan-jalan di negeri sendiri ketimbang menghabiskan liburan ke luar negeri.

Selama perayaan karnaval, orang-orang memakai kostum, me- manjakan diri mereka sendiri atau memilih kesempatan untuk sekadar cuti demi mengisi kembali energi mereka.

Negara fokus dalam perayaan karnaval, dan banyak yang bilang ta- hun baru mulai setelah karnaval. Sulit untuk tidak tertawa melihat kreativitas orang dalam membuat kostum yang diberi sentuhan ledekan dan humor.

Tidak hanya Brazil, Jerman juga semakin digemari sebagai negara tu- juan wisata lantaran karnaval-karnaval mereka yang meriah.

Buktinya Pusat Pariwisata Jerman (Deutsche Zentrale für Tourismus – DZT) pada tahun 2009 mencatat jumlah penginapan wisatawan mancanegara antara Laut Utara dan Pegunungan Alpen mencapai 54,8 juta unit.

Dengan demikian sektor pari- wisata Jerman dapat memperta- hankan tarafnya yang tinggi meskipun terjadi krisis ekonomi, bahkan dapat memperluas pangsa pasarnya hingga kini.

Kota-kota yang paling diminati tamu-tamu internasional ialah Berlin, München, Hamburg, Köln dan Frankfurt am Main. Kota-kota itulah yang menjadi tempat penyelenggaraan karnaval-karnaval terheboh di dunia.

Jerman merayakan karnaval setiap tahunnya yang disebut de- ngan Fasching. Fasching merupakan perayaan menyambut paskah yang dirayakan umat Katolik. Di Jerman pesta pra-paskah ini dilengkapi dengan kue Krapfen.

Pesta-pesta jalanan atau pasar Natal yang bersuasana hangat itu- lah yang sangat ingin dinikmati oleh turis-turis yang sengaja datang ke Jerman untuk menyaksikan langsung parade jalanan di kota-kota.

Tidak heran jika jumlah pengi- napan di Berlin meningkat   terus sejak beberapa tahun. Mayoritas wisatawan asing yang berkunjung ke Jerman datang dari Eropa, Amerika Serikat dan Asia. Negara bagian yang umumnya dikunjungi mereka adalah Bavaria, Nordrhein-Westfalen, Berlin dan Baden-Württemberg.

Bagaimana dengan Indonesia? Karnaval ataupun festival yang heboh dan unik jumlahnya tak terhitung namun masihlah belum tergarap sebagai atraksi wisata yang bisa mendongkrak kinerja sektor pariwisata.

Padahal potensi Indonesia untuk menjadi pusat karnaval dunia sangat besar mengingat banyaknya suku bangsa dengan beragam seni dan budaya yang bisa disuguhkan kepada wisatawan.

 

Jaring Wisman

Penyelenggaraan karnaval di suatu daerah dinilai sangat signifikan untuk menjaring kedatangaan wisatawan sekaligus mempromosikan secara efektif sebuah destinasi kepada publik yang lebih luas.

“Event-event seperti karnaval dan festival harus lebih digencarkan untuk menjaring kedatangan lebih banyak wisatawan ke Indonesia,” kata Ketua Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI) Wiryanti Sukamdani. Menurut dia karnaval sangat efektif untuk menyedot perhatian wisatawan sehingga mau berkunjung ke sebuah destinasi wisata peny- elenggaranya. Di samping itu penyelenggaraan karnaval akan mudah sekali untuk diingat bahkan menjadi ikon seni dan budaya suatu suatu daerah.

“Modal yang diperlukan hanya kreativitas masyarakatnya   untuk menggali seni tradisi dan budaya nenek moyangnya untuk kemudian diangkat sebagai karnaval yang disuguhkan kepada publik,” katanya.

Pihaknya sendiri mendorong lebih banyak daerah untuk menginisiasi penyelenggaraan karnaval dan festival khas daerah ma-sing-masing. Karnaval-karnaval serupa itu kata Yanti sangat efektif untuk dita- warkan dalam paket wisata oleh para pelaku industri. “Selama ini salah satu yang kurang dari kita adalah atraksi pariwisata kita, karnaval ini salah satu jawabannya,” katanya.

Yanti berpendapat atraksi wisata adalah prasyarat mutlak agar se- buah destinasi wisata tetap diminati pengunjung. Tanpa atraksi wisata, sebuah destinasi akan sangat membosankan bahkan akan dengan mudah dilupakan dan tidak akan dikunjungi lagi.

Padahal pemerintahan mendatang menargetkan jumlah kunjungan wisman hingga 20-25 juta orang dalam lima tahun ke depan sehingga diperlukan kerja ekstra keras untuk menjaring lebih banyak wisman ke Tanah Air. “Karnaval adalah salah satu solusi yang bisa mendatangkan banyak wisatawan ke Indonesia,” katanya. Sudah Membuktikan

Beberapa daerah di Indonesia sudah membuktikan bahwa penyelenggaraan pameran maupun festival ternyata mampu menjaring lebih banyak wisman untuk datang.

Salah satu contohnya event yang dikemas dalam bentuk festival musik yang telah terbukti mampu mendongkrak kunjungan wisman di suatu daerah.

“Acara festival   yang   digelar di suatu daerah sudah terbukti bisa menjadi daya tarik wisata yang menjaring wisatawan,” kata Direktur Jenderal Pemasaran Pariwisata Ke- menterian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Esthy Reko Astuty. Ia mencontohkan, acara festival musik di beberapa kota misalnya di Kota Batam dengan ASEAN Jazz Festival yang digelar secara rutin tahunan telah mampu mendongkrak kunjungan wisman lintas batas atau “cross border visitor”.

Tercatat dalam tiga tahun terak- hir jumlah kunjungan wisman kota itu terkerek signifikan di akhir tahun yang diprediksi karena penyelengga- raan festival musik tersebut.

“Jumlahnya naik terus dari 2010 sebanyak 1 juta orang, jadi 1,1 juta pada 2011, dan meningkat hingga 1,2 juta orang pada 2012,” katanya.

Hal itu tidak hanya terjadi di Kota Batam tetapi juga kota-kota lainnya di Indonesia termasuk Jakarta. Be- berapa acara festival musik ataupun konser di Jakarta terbukti memberi- kan kontribusi yang signifikan terha- dap sektor pariwisata secara umum. “Ini masuk dalam segmen wisata MICE atau Meeting Incentive Convention and Exhibition yang selama ini sumbangannya termasuk yang terbesar untuk devisa pariwisata kita,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya mendorong berbagai pihak terutama daerah untuk merintis penyeleng- garaan festival serupa yang mampu meningkatkan kunjungan wisman sehingga menumbuhkan sektor pari- wisata yang menyejahterakan masyarakat

 

Share This: