Makin Seksi

14. AGEN ASURANSI

asuransi

Lembaga pemeringkat Fitch Ratings mencatat total penetrasi asuransi di Indonesia hanya sekitar 1,77 persen dari total produk domestik bruto (PDB).

Angka ini jauh ketinggalan bila dibandingkan dengan Singapura yang sudah mencapai 6,03 persen dari PDB serta 4,8 persen di Malaysia. Fakta itu merupakan peluang menarik yang layak dimanfaatkan, terlebih mulai 2014 kebijakan mengenai jaminan kesehatan masyarakat melalui BPJS diterapkan pemerintah. Ini dinilai banyak pihak berdampak pada semakin menjanjikannya pasar industri asuransi di Tanah Air.

Salah satu yang telah mereguk manisnya bisnis menjadi agen asuransi adalah Edy Sujatmiko. Pria yang berprofesi sebagai wartawan di sebuah media nasional terkemuka itu mengaku tertarik mengambil bagian dalam bisnis agen asuransi lantaran bisnis itu simpel, praktis, tanpa modal, dan nyaris tanpa risiko. “Selain itu juga pendapatan tak terbatas, waktu yang fleksibel, bonusnya OK seperti jalan ke luar negeri, Umroh gratis, sampai pada pengembangan kepribadian,” kata ayah dua anak itu.

Edy seperti agen asuransi lainnya menganggap saat yang tepat untuk memulai bisnis asuransi adalah detik ini juga. Tak ada alasan lain selain karena sampai saat ini pasar asuransi di Tanah Air masih terbuka dan luas.
Edy menambahkan, jumlah kelompok menengah baru di Indonesia sudah di atas 130 juta orang. Ini pasar yang luar biasa terlebih pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil dalam satu dekade terakhir. “Saya sendiri memulainya secara part time sejak Maret 2012 dan trennya terus positif,” katanya.

Pada 2014, para agen asuransi optimistis karena mereka menganggap tahun ini kian prospektif. “Data menunjukkan dalam 10 sampai 15 tahun terakhir, industri ini tumbuh di atas 20 persen per tahun. Jadi tunggu apa lagi!” (Sofia Minarni).

Share This:

You may also like...