Mahasiswa Unpad Ubah Limbah Jadi Penyelamat Lingkungan

Tiga mahasiswa Jurusan Kimia FMIPA Universitas Padjadjaran, Hendri Setiawan, Umi Faoziyah Anindi, dan Dedek Yusuf Pulungan-Foto: Humas Unpad

BANDUNG—– Tiga mahasiswa Jurusan Kimia FMIPA Universitas Padjadjaran, Hendri Setiawan, Umi Faoziyah Anindi, dan Dedek Yusuf Pulungan mengolah dan mengubah limbah yang tidak menguntungkan menjadi produk penyelamat lingkungan dari kontaminasi limbah lainnya.

Ketiganya berhasil mengembangkan campuran atau komposit dari limbah cangkang telur dan sekam padi sebagai adsorben limbah cair, khususnya tembaga dan metilen biru. Adsorben merupakan zat padat yang dapat menyerap fluida dalam proses penjerapan (adsorpsi).

Cangkang telur selama ini hanya dianggap sebagai limbah yang tidak menguntungkan bagi sebagian orang.

Di bawah bimbingan staf pengajar  Dr Atiek Rostika Noviyanti, M.Si, ketiganya melakukan penelitian untuk memperoleh komposit hidroksiapatit-biochar dari cangkang telur ayam dan sekam padi serta kemampuan adsorpsinya terhadap polutan anorganik (Cu (II)) dan polutan organik metilen biru.

“Cangkang telur yang kami peroleh dari sekitar Jatinangor akan kami ubah menjadi hidroksiapatit. Sementara sekam padi nantinya hanya kami olah menjadi arangnya. Proses ini lebih mudah dan murah dibandingkan mengolahnya menjadi karbon aktif,” ungkap Umi seperti dilansir laman Unpad, Jumat (19/7).

Penelitian mereka menjadi bagian  Program Kreativitas Mahasiswa kategori Penelitian Eksakta bertajuk “Komposit Biomaterial Hidroksiapatit-biochar dari Cangkang Telur Ayam dan Sekam Padi Sebagai Adsorben Limbah Cair” dan berhasil memperoleh pendanaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI.

Menurut hasil penelitian, komposit yang dikembangkan mampu mengadsorpsi sampel metilen biru sebanyak 85% dan sampel tembaga sebanyak 90%. Metode adsorpsi dipilih karena metode ini paling efektif dan efisien dalam menangani limbah.

“Pemilihan adsorben haruslah murah dan memiliki nilai guna lainnya,” ujar Umi.

Menurut Umi logam tembaga banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk pada aktivitas industri. Hal ini mengakibatkan logam ini dapat terbuang dan mencemari air. Dalam kadar tertentu, limbah tembaga dapat menyebabkan sirosi hati pada manusia.

Para peneliti muda ini berharap adsorben yang mereka ciptakan ekonomis, efisien, dan efektif dalam proses remediasi pencemar dari air.

Share This:

You may also like...