Mahasiswa Masih Memandang Koperasi sebagai UKM

Rapat Kopma FIB UI-Foto: Dokumen Kopma FIB UI.

JAKARTA—–Mahasiswa hanya melihat keberadaan koperasi di kampusnya hanya sebagai salah satu UKM, belum  menyadari bahwa koperasi adalah pemberdayaan ekonomi masyarakat.  Hal ini dibuktikan dari angka partisipasi mahasiswa dalam setiap praktik kegiatan.

Demikian diungkapkan Ketua Koperasi Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (Kopma FIB UI) Muhammad Abdullah ketika dihubungi Peluang beberapa waktu lalu.  Saat ini di database terdaftar 145 anggota Kopma FIB UI pada 2019 dari ribuan mahasiswa yang ada di fakultas tersebut.

“Kami mempunyai unit usaha yang bernama Bursa Kopma FIB UI, cybershop, dan cyberkop. Bursa Kopma menyediakan kebutuhan makanan dan minuman ringan bagi mahasiswa dan civitas academica FIB UI, cybershop menyediakan kebutuhan perangkat komputer, dan cyberkop menyediakan jasa print dan penyewaan alat-alat elektronik,”  papar mahasiswa jurusan sejarah UI ini.

Kopma FIB UI rutin  mengadakan RAT dua kali dalam setahun, yang pertama Rapat Anggota Tengah Pada 2019 ini  RAT dilaksanakan  pada 25 Meidengan agenda pemaparan pertanggungjawaban pengurus selama paruh pertama kepengurusan, dan ditutup dengan buka bersama anggota Kopma FIB UI.

“Kemudian yang kedua, yaitu Rapat Anggota Tahunan yang dilaksanakan pada akhir kepengurusan di penghujung tahun, dengan agenda membahas dan mengesahkan pertanggung jawaban pengurus serta memilih dan mengesahkan ketua baru,”  jelas pria karib dipanggil Ahmade ini.

Kopma  yang aktif terdapat  di Fakultas Hukum UI.  Sekalipun menurut Gracia Putri, minat mahasiswa FH menjadi anggota mungkin tidak sebanyak organisasi  UKM lain.

“Salah satu faktornya mungkin karena banyak Mahasiswa FH  yang lebih fokus untuk kuliah atau mengikuti kegiatan lain, namun tetap ada mahasiswa yang masih berminat untuk ikut menjadi anggota Kopma FHUI. Sekarang ini anggota kami secara keseluruhan ada sekitar 40-an orang,” kata Gracia.

Usaha di Kopma FHUI adalah usaha ritel, meliputi penjualan buku-buku untuk keperluan kuliah,  merchandise, ATK, makanan, minuman, serta jasa fotokopi untuk mahasiswa FHUI.

“Kopma sering mengadakan acara seperti workshop, seminar, acara gathering, team building, event kampus, bazaar, dan sebagainya, baik untuk para anggota maupun seluruh mahasiswa FHUI,” kata Grace.

Simpanan pokok Rp50 ribu, sementara simpanan wajib di Kopma FHUI tidak dipatok nominalnya tapi tiap bulan wajib ada untuk para anggota. 

“Omzet per bulan fluktuatif namun rata-rata berkisaran Rp30-35 juta,” pungkas  dia (Irvan Sjafari)

Share This:

You may also like...