Magister ITB ini Jadi Perajin Kayu Limbah Beromzet Ratusan Juta Rupiah

Howardi Tjandrasa-Foto:Limawaktu

CIMAHI-–Bergelar magister teknik industri dari Institut Teknologi Bandung tidak membuat Howardi Tjandrasa jatuh gengsi menjadi  pengusaha kerajinan, yang lebih banyak dilakukan pendidikan lebih rendah.

Keputusan Howardi untuk menjadi perajin kayu palet limbah diputuskan pada usia relatif produktif untuk pekerjaan eksekutif sesuai pendidikannya, 32 tahun. Dia mengubah kayu yang biasanya digunakan untuk kayu bakar itu menjadi barang yang berfungsi seperti radio dan barang estetik lainnya.

Pria yang kini berusia 55 tahun itu meraup omzet ratusan juta rupiah per bulannya, buah dari keputusan beraninya.

“Saya membuat produk kerajinan dari bahan yang murah, punya nilai tambah, unik dan mempunyai nilai fugsional. Tentunya produk harus rapi sebelum dipasarkan lewat instagram,” kata pria karib disapa Wardi ini di workshopnya seperti dilansir Limawaktu, Jumat (12/7).

Wardi mengisahkan awal usahanya tidak berjalan mulis. Setahun pertama tidak ada barang yang terjual.  Ayah dari dua anak itu terus berkarya, kini selain mampu membuat radio vintage dengan flashdisk dan bluetooth player dengan bandroll Rp2,5 juta per unit, Wardi mampu memproduksi gramophonw dari kayu.

Peminat produk Wardi di antaranya datang dari Bali memasarkan lagi ke mancanegara.  Hanya saja Wardi mengaku belum mampu membuat produksi radio kayu secara massal dengan tenaga empat karyawan.

Wardi juga menjual produk-produk unik lainnya. Di antaranya tempat roti dari kayu, catur tiga dimensi, pohon natal, tatakan gelas, sarang burung dan barang-barang lainnya dari kayu palet.

Dia berani mengirim dulu barangnya dan kalau cocok baru dibayar oleh pelanggan. Kalau tidak barang dikembalikan.  “Hingga saat ini belum ada barang yang dikembalikan,” pungkas Wardi.

Share This:

You may also like...