Maemonah, Rangginangnya Jadi Oleh-oleh Orang Amerika

Maemonah-Foto;Dokumentasi Pribadi.

JAKARTA—Berhenti bekerja di bagian keuangan sebuah perusahaan di Bogor Barat, bukan kiamat bagi Maemonah. Bekal bekerja sejak 1984 hingga 1997 memberikan pengalaman mengelola keuangan dan menjadikan modal untuk usaha kecil-kecilan setelah ikut suaminya ke Jakarta.

Dia juga mendalami marketing dengan mengikuti MLM. Bekal dari MLM, dia memahami bagaimana kalau penjualan ditolak.

Pada 2000 Maemonah mendirikan usaha rangginang dengan brand Sumber Rejeki di tempat kediamannya di Kebon Pala, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur.  Dia menjadikan rangginangnya keseluruhan terbuat dari ketan tanpa campuran sebagai kelebihan produknya.

“Ibu saya dulu suka membuat rangginang, ketika saya kecil,” kata Maemonah ketika dihubungi Peluang, Senin (23/11/20).

Awalnya produk rangginangnya dipasarkan dari warung ke warung  hingga pasar Kramatjati.  Baik mentah, maupun matang di toples.  Kemudian dia memasarkan menggunakan e-commerce seperti Tokopedia dan Shopee.  Maemonah juga menggunakan media daring untuk penjualan.

“Alhamdullillah pandemi ini produk saya bertambah laku. Produk saya sudah menyebar ke banyak provinsi dan belum lama ini sudah jadi oleh-oleh untuk dibawa ke Amerika Serikat dan Afrika. Omzet pun meningkat dari Rp5 juta sebelum pandemi hingga Rp8 juta sesudah pandemi,” ujar ibu dari dua anak dan nenek dari tiga cucu ini.

Maemonah bersyukur kehadiran media sosial mendongkrak usahanya. Dia tidak pernah terjun ke pasar, membeli beras hingga penjualan cukup dengan WhatsApp. 

Ilustrasi-Foto: Dokumentasi Pribadi.

Ke depan anggota Dasawisma DKI Jakarta ini  ingin terus mengembangkan usahanya. Kini dia menjajaki ikut program Jakpreneur. Grabmart pun juga ingin mengajak kerja sama.

“Saya juga menjadi pengurus RT selama 14 tahun dan semua kesibukan ini saya jalani dengan ikhlas,” tutup dia (Van).

Share This: