LPP-KUKM Menargetkan 500 UKM naik kelas

galeri indonesia wow

Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM (LPP-KUKM) sesuai tugasnya mempromosikan dan memasarkan produk-produk UKM dan koperasi. Tugas lainnya menaigetkan 500 UKM naik kelas, pada segi pemasaran. Caranya mengembangkan kualitas produk, baik dari sisi desain, branding, marketing dan packaging.

Dari 500 UKM tersebut terdiri 8 kategori produk yang difasilitasi, diantaranya fesyen, spa, furniture dan handy craft. Mereka berasal dari 18 kota di Nusantara yang lolos verifikasi. Selain itu memfasilitasi 750 produk UKM masuk ke retail modern. Per akhir Januari 2016 produk yang sudah berhasil masuk sebanyak 320 yang memiliki stadarisasi produk.

Demikian disampaikan Direktur Utama LLP-KUKM, Achmad Zabadi, di Kementerian Koperasi, Jumat (29/01). Ia menambahkan LLP-KUKM sesuai tupoksinya mengelola kawasan SME Tower terdiri 17 lantai, function hall ( exibition hall dan convention hall dan 4 laintai promenade (jembatan penghubung antara gedung utama dan KUKM Convention Center) ini, pada periode 2016 diproyeksikan menjadi  pilot projeck Rumah Pemasaran Terpadu (Trading House) bagi para pelaku UKM dan koperasi. Soal memasang target kenaikan status sejumlah UKM tersebut, karena terkait  telah dilaunchingnya Galeri Indonesia Wow (GIW), yang juga bentuk rebranding UKM Galeri 2015.

Guna mewujudkan programnya ini imbuh Zabadi, pihaknya telah melaksanakan beberapa kegiatan temu mitra dan capacity building. Acara ini menjadi agenda rutin baik di Jakarta maupun provinsi lain di Indonesia. Biaya dari kegiatan tersebut tidak melulu dari lembaga pengelola, tetapi hasil sharing dari pelaku UKM.  Pada periode sebelumnya telah berlangsung sebanyak 10 angkatan biayanya ditanggung mereka.  Guna menunjang kegiatan serupa LLP-KUKM makin lancar juga dianggaran Rp 1 miliar untuk beberapa pertemuan, dan setiap event sebanyak 50 orang.

Masih terkait tugasnya melakukan promosi produk KUKM unggulan yakni membuka akses pasar global. Berupa promosi secara offline dengan mengikuti  pameran di dalam dan luar negeri, bisnis matching, event promosi produk KUKM di GIW, dan melakukan sosialisasi GIW serta trading house ke 34 ptovinsi dan stakeholder.

Sedangkan event online-nya berpromosi melalui media cetak, elektronik dan media sosial seperti twitter, facebook dan instagram agar jangkauannya luas dan efektif dalam menjangkau market, terdiri para youth, women dan Netizen. Sarana lainnya yang juga diprioritaskan adalah membangun website trading houseuntuk diakses buyer dari luar negeri. Web ini bagian marketing intelligent yang berisikan profil dan produk-produk UKM siap ekspor dan buyer dapat melihat lansung yang kini lagi trend. Untuk mempermudah pengiriman perizinan dan kargo untuk order ekspor pun dibantu. (Saw)

 

Share This: