LPDB Tawarkan 100 Miliar kepada Koperasi Berkualitas Sulsel

Ilustrasi-Foto: Monitor.

MAKASSAR—-Pada 2019 ini, Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) Kementerian Koperasi dan UKM mengalokasikan dana bergulir  Rp100 miliar bagi koperasi dan UMKM  di Sulawesi Selatan.

Direktur Utama LPDB-KUMKM Braman Setyo mengatakan  jumlah alokasi dana itu merupakan bentuk kepedulian pihaknya mengingat Sulawesi Selatan menjadi provinsi yang getol dengan pertumbuhan ekonomi daerahnya. 

“Saat ini, Sulawesi Selatan menjadi The Big Five provinsi penerima dana bergulir, setelah posisi pertama ditempati oleh provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta dan Sulawesi Selatan,”  ujar Braman dalam sambutannya pada Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Dana Bergulir LPDB-KUMKM di Makassar, Kamis (10/10/19).

Braman menyebut salah satu kabupaten Sulawesi Selatan, Bantaeng misalnya, pertumbuhan ekonomi yang pernah menyentuh angka 11-12 persen ini didorong oleh pelaku ekonomi dari sektor UMKM mulai dari industri pertanian hingga ekonomi kreatif.

“Lewat Permenkop Nomor 6 Tahun 2019 beberapa skim sudah ditawarkan terkait dana bergulir. Bahkan aturan tersebut juga memberikan kemudahaan persyaratan pengajuan dana bergulir,” ucap dia.

Secara nasional, Braman berharap target penyaluran dana bergulir sebesar Rp1,7 triliun bisa tersalurkan pada akhir 2019.  Saat ini sudah sekitar Rp1,022 triliun yang telah disalurkan kepada koperasi maupun UMKM.

Untuk mencapai target tersebut, salah satunya didorong penyaluran dana bergulir ke koperasi yang berkualitas. Seperti yang telah dilakukan LPDB-KUMKM kepada Koperasi Simpan Pinjam (KSP) asal Toraja, Ballo Toraja (Balo’ Ta) sebesar Rp25 miliar.

Lanjut Braman, adanya anggapan dana bergulir sulit diberikan ke KSP telah dipatahkan. Dalam program Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Dana Bergulir, LPDB-KUMKM mengajak 200 koperasi berkualitas untuk bisa mengakses dana bergulir.

Koperasi dan UMKM pun bisa menikmati dana bergulir dengan suku bunga rendah sekitar 4,5 persen untuk program Nawacita ke sektor produktif seperti perikanan maupun perkebunan, 5 persen di sektor riil dan 7 persen untuk koperasi simpan pinjam.

“Tidak ada (bunga) yang lebih rendah dari LPDB. Saya berharap dengan bunga yang cukup murah, kalau tidak menghasilkan sesuatu, ya keterlaluan. Bagaimana pelaku koperasi dan UKM meningkatkan usahanya,” pungkas Braman.

Share This:

You may also like...