LPDB Minta KSU Talenta Jadi Garda Terdepan Lawan Rentenir

Ilustrasi-Foto: RRI.

KUPANG—Koperasi harus menjadi garda terdepan dalam memutus mata rantai rentenir, di antaranya  dengan cara melakukan jemput bola dengan menawarkan program pinjaman modal usaha kepada para pedagang, jika dia koperasi berbasis pasar tradisiona.

Hal yang dikatakan Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) Braman Setyo  saat mengunjungi Koperasi Serba Usaha (KSU) Talenta yang beralamat di Jalan Polisi Militer Kota Kupang saat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (27/2/20).

Sejak berdiri pada 1996 hingga saat ini, KSU Talenta telah menyalurkan pinjaman untuk modal usaha anggotanya sebesar satu triliun rupiah. Anggota KSU Talenta yang sudah berjumlah 12 ribu anggota itu sebagian besar bergerak di sektor perdagangan yang orientasi usahanya di pasar-pasar tradisional.

Braman memberi apresiasi kepada KSU Talenta dari sisi anggota sebagai hal yang luar biasa Manfaat simpanan wajib dan pokok sudah disampaikan sebelum menjadi anggota. Sehingga bagi mereka yang mau masuk ke koperasi terdorong mau gabung karena akan mendapatkan keuntungan besar.

Braman memuji eksistensi KSU Talenta dalam membangun jejaring di pasar di tengah fenomena bisnis peminjaman uang dengan bunga sangat tinggi atau praktik rentenir masih marak terjadi di sejumlah pasar tradisional di NTT. Banyak pedagang yang terbelit utang lantaran sulit mengembalikan pinjaman ke rentenir.

“Saya kira KSU Talenta pernah dapat penghargaan menjadi salah satu koperasi teladan di Provinsi NTT. Sejalan dengan program Kementerian Koperasi dan UKM, Teten Masduki selaku Menkop berpesan bagaimana peran serta KSP bisa mengurangi ruang gerak rentenir,” ujar Braman.

Kedatangan Braman bersama rombongan disambut Ketua Badan Pengurus KSU Talenta, Paulus Rate Tadung, dan beberapa pengurus lainnya antara lain Semus Baitanu sebagai Sekretaris KSU Talenta, Maureen Djaranjo sebagai Bendahara dan Daenderst Pila Padji sebagai General Manager.

Sementara Ketua Badan Pengurus KSU Talenta, Paulus Rate Tadung menjelaskan untuk memerangi rentenir  perlu berbagai cara. Di antaranya dengan melakukan intervensi berupa pemberian dukungan permodalan guna mendukungan keberlangsungan usaha para pedagangan pasar tradisonal.

“Rentenir masih banyak terutama di pasar-pasar.  Intervensi tidak hanya modal tetapi juga komitmen bersama. Karena rentenir itu masuk ke pedagang gampang, gak perlu pakai jaminan,” ungkap Paulus.

KSU Talenta merupakan mitra LPDB-KUMKM yang sudah beberapa kali mengakses pinjaman dana bergulir. Pada tahun ini KSU Talenta mengajukan permohonan pinjaman dana bergulir sebesar R 2 miliar untuk memenuhi kebutuhan modal usaha anggotanya yang sebagian besar merupakan pedagang tradisional.

“Kita masih membutuhkan tambahan modal untuk kita salurkan kepada anggota yang membutuhkan. Kita berupaya supaya dapat pinjaman dengan bunga yang murah dari LPDB,” pungkas dia.

Paulus menegaskan pihaknya selalu tepat waktu dalam mengembalikan pinjaman kepada LPDB-KUMKM. Pertama kali KSU Talenta mengakses pinjaman dana bergulir tahun 2010-2012 sebesar Rp3 miliar, dan 2013-2015 sebesar Rp5 miliar.

Dari perputaran dana bergulir tersebut ditambah modal anggota yang berasal dari simpanan wajib, dan simpanan pokok, bisa menghasilkan omzet setiap tahun mencapai Rp 100 miliar. Sedangkan total aset yang berhasil dibukukan hingga 2020 sebesar Rp 71 miliar.

Awal berdirinya KSU Talenta adalah dari Gereja Masehi Injil di Timor (GMIT). Gereja  melihat Jemaat yang punya usaha kecil (Papalele dan mamalele) sukarmendapatkan modal usaha dari Bank karna persyaratan yang sangat memberatkan.

Berdasarkan dasar pemikiran ini maka didirikanlah KSU Talenta pada 28 Juni 1996 di Kupang. Dengan Visi Menyatakan syalom Allah bagi sesama manusia dan Missi Memberdayakan perekonomian Masyarakat Nusa Tenggara Timur Untuk mandiri dan sejahtera. 

Kegiatan usaha KSU Talenta terdiri dari unit simpan pinjam; unit persewaan tenda, kursi dan lampu; usaha properti/ perumahan, kontraktor dan percetakan batako. Sedangkan produk simpanannya antara lain berjangka, sukarela dan khusus.

Share This: