LPDB KUMKM Tandatangani Nota Kesepahaman dengan PT dan PLUT

BATAM—-Pengelola Dana Bergulir ( LPDB-KUMKM) menandatangani nota kesepahaman dengan dua lembaga strategis, yaitu Perguruan Tinggi (PT) dan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT). Kerja sama tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama LPDB-KUMKM Braman Setyo dengan para pimpinan lembaga terkait, Rabu (13/11/19) di Batam, Kepri.

Acara yang dihadiri sekitar 300 undangan pelaku usaha dan dinas koperasi provinsi se Indonesia itu dibuka oleh Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM Rully Indrawan. Dalam sambutannya Rully menegas kan kerja sama dengan PT dan PLUT akan makin memudahkan bagi LPDB-KUMKM melakukan sosialisasi.

“Dengan adanya PLUT yang sudah tersebar di berbagai provinsi kita harapkan dapat menyosialisasikan dan sekaligus memberikan bimbingan teknis kepada koperasi dan UKM yang ingin mengakses dana bergulir LPDB,” ujarnya.

Selain itu masih kata Rully, PLUT dapat juga melakukan check list terhadap proposal yang dikirim oleh calon mitra usaha. Pendek kata PLUT nantinya akan menjadi Pojok Layanan Informasi (Poli) bagi LPDB.

Untuk tahap awal dilakukan kerja sama dengan 12 PLUT, yaitu Provinsi Aceh, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Subang, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Jembrana,Kabupaten Limapuluh, Kabupaten Kendal, Kabupaten Pacitan, Kota Banjar Baru,Kota Surakarta dan  Kota Batam.

Menyinggung kerja sama  dengan PT, Rully menambahkan langkah tersebut akan mempertajan mekanisme dan teknis pembiayaan maupun penyaluran dana bergulir.  PT juga  diharapkan memberikan pendampingan sehingga sosialisasi dana bergulir kian cepat menyebar ke tengah masyarakat.  MoU dengan PT antara lain dengan Unpas Bandung, UPI Bandung, Unsoed Purwokerto, Unibraw Malang, UIN Syarifhidayatullah Jakarta, dan Unand Padang.

Ekonomi Kepri Tertinggi

Rully juga mengungkapkan  pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau pada triwulan II-2019 (y-on-y) mencapai 4,66%. Angka ini lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Pulau Sumatera pada triwulan II-2019 yaitu, 4,62%. Pertumbuhan ekonomi ini merupakan tertinggi se-Sumatera.  Hal ini menunjukkan bahwa Kepri mempunyai potensi menarik investasi.

Selain itu berdasarkan data Online Data System, koperasi yang terdapat di Kepri sebanyak 881 Koperasi yang perlu mendapatkan dukungan permodalan.

“Permodalan yang diberikan melalui pinjaman dana bergulir harus memiliki manfaat ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” ujar Rully.

Sementara Direktur Utama LPDB KUMKM Braman Setyo mengungkapkan akumulasi penyaluran dana bergulir LPDB-KUMKM (September 2008 – Oktober  2019) di Provinsi Kepulauan Riau mencapai Rp23, 2 miliar.

“Kami mengharapkan melalui kegiatan Sosialisasi ini dapat membantu para pelaku usaha Koperasi dan UMKM dalam mengakses fasilitas dana bergulir LPDB-KUMKM, “ ujar Braman.

Braman juga mengungkapkan, total dana bergulir secara nasional hingga Oktober sudah Rp1,010 triliun dari plafon Rp1,7 triliun tahun 2019.

Share This:

You may also like...