Lestarikan Tradisi Berdayakan Masyarakat

Produk kerajinan tangan yang dijajakan di Kerawing Gallery merupakan karya dari tangan-tangan terampil masyarakat lokal hingga para narapidana binaan.

MINAT generasi milenial yang rendah terhadap karya seni kerajinan tangan warisan para leluhur membuat para pegiat seni di Putussibau Kalimantan Barat prihatin. Francisca Mening, salah satu  pegiat seni sekaligus pemilik Kerawing Gallery tergerak untuk melestarikan tradisi tersebut. Ia pun membina para pegiat seni tenun, anyaman, dan manik-manik yang ada disekitar tempat tinggalnya hingga kaum perempuan yang menghuni rumah panjang di kampung.

Selain memberdayakan pegiat seni di lingkungan tempat tinggalnya, perempuan kelahiran Putussibau, 11 Oktober 1972 ini merangkul para narapida perempuan di rumah tahanan kelas II B Putussibau Kapuas Hulu dengan memberikan pelatihan keterampilan kerajinan tangan. “Saya ingin tradisi orang tua dahulu tetap lestari sekaligus bisa menambah penghasilan para pegiat seni,” ujar Mening.

Kerawing Gallery yang berdiri pada 2012 dengan modal awal Rp50 juta ini beralamat di Jalan Pasar Inpres No. 1A Putussibau  Kapuas Hulu, Kalimantan Barat menjadi etalase bagi ratusan produk tenun dan anyaman khas Kalbar yang berbahan baku rotan dan resam. Produk yang dijajakan adalah hasil dari rajutan berkualitas baik agar tidak mudah rusak. Selain itu, para perajin senantiasa membuat kreasi motif baru. Karena berbahan baku alami diharapkan tidak ada efek samping bagi konsumen dan bisa digunakan oleh semua kalangan.

Mening menambahkan, penggunaan bahan baku alami ibarat pisau bermata dua. Pada satu sisi menguntungkan namun di sisi lain mengandung risiko. Sebab, rotan semakin sulit dicari akibat kerusakan hutan yang terjadi. “Membangun relasi yang lebih kuat dengan masyarakat sekitar hutan untuk menjaganya  adalah solusi terbaik yang kami lakukan,” ujarnya.

Minat pasar terhadap produk kerajinan tangan khas Kalimantan cukup tinggi. Ini dibuktikan dengan raihan omzet Mening yang bisa mencapai Rp40 juta perbulan jika mengikuti pameran. Dengan perkembangan usaha tersebut, ia sudah merasa bahagia karena bisa menjaga tradisi dan memberi penghasilan pada sesama.  (Drajat)

Share This: