Kunjungan Rp332,5 Triliun Raja Salman

beda-kunjungan-raja-salman-di-malaysia-dan-indonesia

Arah politik luar negeri Arab Saudi bergeser. Khususnya sejak kepemimpinan Raja Abdullah (2005-15). Asia jadi mitra alternatif menggantikan hegemoni Barat (Amerika). Tiba-tiba saja, orang nomor satu negeri petro dolar itu mengunjungi Indonesia. Kunjungan kenegaraan Raja Saudi terakhir 47 tahun silam, pada 1970. Agak janggal, sebenarnya, untuk dua negara yang berbasis penduduk Islam.

Ini bukan kunjungan biasa. Khususnya buat Indonesia. Raja Salman datang dengan jumlah bantuan mencengangkan. Rombongan besarnya terdiri dari 1.500 personel. Di antaranya 10 menteri, dan 25 pangeran. Saudi siap membantu Indonesia dalam pembangunan infrastruktur. “Total investasi Arab Saudi diharapkan bisa mencapai US$25 miliar (setara Rp332,5 triliun),” tutur Sekretaris Kabinet, Pramono Anung,” kata Seskab Pramono Anung.

Selama 1-9 Maret, Raja Salman akan menyatroni Saudi Aramco. Perusahaan minyak milik Kerajaan Arab Saudi yang beroperasi di Cilacap. Untuk penguatan, Saudi Aramco bakal dapat suntikan dana US$6 miliar. Saudi Aramco tumbuh menjadi sebuah korporasi besar dalam 80 tahun terakhir. Perusahaan ini memimpin dalam eksplorasi, produksi, penyulingan, distribusi dan pemasaran hidrokarbon. Saat ini, Saudi Aramco memproduksi sekira satu dari delapan barel pasokan minyak mentah yang beredar di dunia.

Berkantor pusat di Dhahran, Arab Saudi, Saudi Aramco mempekerjakan lebih dari 65.000 pekerja di seluruh dunia. Mereka memiliki anak perusahaan dan perusahaan afiliasi di Cina, Mesir, Jepang, India, Belanda, Republik Korea, Singapura, Inggris dan Amerika Serikat. Cadangan minyak mentah dan kondensat konvensionalnya 261,1 miliar barel. Rata-rata produksi minyak mentahnya 10,2 juta barel per hari (bph), dan cadangan gas alam 297,6 triliun standard cubic feet (SCF).

Jumlah investasi yang siap digelontorkan Raja Salman tergolong fantastik. Dana US$25 miliar/setara Rp332,5 triliun ini  sontak mengenggelamkan total investasi Cina yang ‘hanya’ US$1,6 miliar (15,6 kali lipat).●(dd)

 

Share This:

Next Post

Soft Opening Bandara Kertajati, Segera

Sab Mar 4 , 2017
Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati dikebut. Targetnya, 2018 bandara di Majalengka, Jabar, ini sudah bisa dioperasikan. Hingga awal Januari 2017, total pembangunannya telah mencapai 27,32%. Total realisasi konstruksi itu disumbang dari paket infrastuktur utama (59,16%), terminal penumpang atau paket 2 (18,69%) dan seksi 3 yang meliputi bangunan penunjang […]