KSU TUNAS JAYA PERKUAT PERMODALAN

Untuk menghadapi persaingan usaha yang semakin tajam di sektor perdagangan ritel, KSU Tunas Jaya akan terus memperkuat permodalan. Sesuai dengan ciri koperasi, penambahan modal dari anggota sangat diharapkan untuk mendukung rencana dan target yang ditetapkan.

Menurut Sugiharto, Ketua Pengurus KSU Tunas Jaya, pada tahun ini pihaknya berencana menambah simpanan wajib dari anggota yang berasal dari SHU masing-masing anggota minimal Rp50 ribu. Selain itu, mengubah dana penyertaan menjadi simpanan wajib. “Kami berharap dukungan dan partisipasi anggota untuk terus memajukan usaha koperasi,” ujarnya.

Untuk mendukung rencana bisnis, Pengurus juga membidik tambahan modal kerja dari lembaga lain dengan target sebesar Rp1,5 miliar. Selain itu, menjaga tingkat likuiditas dikisaran 150% untuk memastikan kelancaran operasional koperasi.  Dengan modal yang cukup, KSU Tunas Jaya meyakini dapat bersaing dengan lembaga keuangan lainnya.

Terkait dengan kinerja 2018, KSU Tunas Jaya mampu membukukan peningkatan pendapatan sebesar 4% dari Rp4,2 miliar di 2017 menjadi Rp4,3 miliar di 2018. Selain itu, juga berhasil memulai untuk memberikan dan menghimpunan Dana Risiko Kredit Nasabah Meninggal (DRKNM) yang mencapai Rp808 juta. Tabungan anggota juga meningkat sebesar 5% dari tahun sebelumnya. “Pengurus akan terus berusaha menggenjot kinerja,”pungkasnya.

Share This:

Next Post

Wujudkan Pemerataan Ekonomi Melalui Bisnis Kambing

Sel Mar 5 , 2019
Kopsyah BMI menyalurkan pembiayaan produktif sebesar Rp468 juta untuk membeli 310 ekor kambing yang dikelola oleh anggota. Pemberdayaan ekonomi anggota merupakan salah satu agenda prioritas Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI). Oleh karenanya, Koperasi yang dipimpin Kamaruddin Batubara itu menggenjot pembiayaan ke sektor produktif. Salah satunya membiayai usaha peternakan […]