KSPPS BMT UGT SIDOGIRI TETAP TANGGUH DI TENGAH PELAMBATAN EKONOMI

Membukukan SIsa Hasil Usaha sebesar Rp76,8 miliar merupakan prestasi tersendiri bagi Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah BMT UGT Sidogiri. Untuk mencapai angka sebesar itu pengrus dan pengelola melakukan berbagai kiat, salah satunya pemanfaatan teknologi digital. Asetnya melonjak hingga Rp 2,254 triliun dengan jangkauan 288 kantor cabang di 10 provinsi menobatkannya sebagai koperasi syariah terbesar di Indonesia. 

PENGURUS koperasi boleh dibilang berhasil, apabila anggota merasa telah dilayani dengan baik. Pengurus Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT UGT Sidogiri membuktikan hal ini. Sekalipun dalam keadaan ekonomi melambat  pengelola masih mampu memberikan pelayanan terbaik bagi anggotanya. Sepanjang 2018 total pendapatan koperasi ini tercatat sebesar Rp 284,101 miliar, turun 10,73 persen dibanding 2017 sebesar Rp318,249 miliar. Namun demikian pada periode yang sama simpanan dana anggota naik 8,16 persen dari Rp1,363 triliun menjadi Rp 1,474 triliun. Demikian pula dari permodalan koperasi naik 4,7 persen dari Rp454,375 miliar menjadi Rp 475,726 miliar. Sedangkan perolehan SHU naik  7,79 persen dari Rp 71,225 miliar menjadi Rp 76,777 miliar.

“Kami membagikan 15,06 persen dari SHU. Batas bawah itu 15 persen. Jumlah ini lebih baik dibanding SHU yang dibagikan pada 2017 sebesar 15,02 persen.  Selama 18 tahun, kami belum pernah membagikan di bawah 15 persen. Sekalipun biasanya sekitar 18, 19 persen,” kata Ketua KSPPS UGT Sidogiri Mahmud Ali Zain kepada Peluang, di sela RAT KSPPS BMT UGT Sidogiri Tahun Buku 2018, Sabtu (23/2/19) di Pasuruan, Jawa Timur.

RAT tersebut dihadiri dan dibuka oleh Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga.

Di tengah pelambatan ekonomi yang terjadi sepanjang 2018, Mahmud menuturkan pihaknya melakukan berbagai upaya agar dampaknya tidak menjalar ke koperasi yang dipimpinnya. Salah satunya dengan mengevaluasi perolehan margin, meningkatkan pelayanan internal, pengawasan manajemen serta teknologi informasi (TI). Unutk bidang layanan misalnya dibuat lebih cepat, biasanya satu minggu dijadikan 4 atau 5 hari. Malah ada yang dua hari. Di sisi manajemen dan TI, ada berapa operasionalnya yang dikunci dalam IT. Contohnya  pencairan tingkat cabang tidak boleh lebih dari Rp25 juta. Mahmud menjelaskan, kalau pencairan di atas Rp25 hingga Rp75 juta, maka komite cabang berubah. Jika jumlah pencairan di atas Rp25 juta, maka komputernya tidak jalan, karena dikunci disitu. “Demikian juga kalau di atas Rp75 juta hingga Rp500 juta harus melalui Komite Pusat.  Jadi harus dikunci di IT atau sistem. Kami juga menggunakan mobile UGT membuka transfer dengan bank tergantung  kebutuhan ada bank syariah, juga USIF,” imbuh Mahmud.

Koperasi yang memiliki jumlah anggota 18.060 orang tersebut mengalami kenaikan aset sebesar Rp2,254 triliun. Dengan jumlah aset tersebut koperasi dengan 288 kantor cabang ini menjadi koperasi syariah terbesar di seluruh Indonesia.

Koperasi dengan total anggota dan anggota luar biasa sebanyak 450.283 orang ini juga  mencatatkan kinerja keuangan lainnya yang baik, Non Performing  Financing (NPF) sebesar 2,61 persen di tahun 2017. serta Financing to Deposit Ratio (FDR) sebesar 74, 13 persen, Capital Adequacy Ratio (CAR) 18,58 persen dan Return On Equity (ROE) 20,63 persen di tahun yang sama.

Untuk mengembangkan pembiayaan kepada para anggota pelaku usaha mikro kecil dan menengah, koperasi ini  menjalankan kemiteraan dengan bank syariah, seperti Bank Syariah Mandiri (BSM), BCA Syariah, BRI Syariah, Bank Panin Dubai Syariah, BPD Jatim Syariah danBank DKI Syariah.

Selain bank syariah, KSPPS BMT Sidogiri juga menyalurkan dana program Ultra Mikro (UMI) Kementerian Keuangan, di mana sejak diluncurkan program tersebut KSPPS BMT UGT Sidogiri telah mampu menyalurkan program UMI Rp50 miliar kepada para anggotanya.

KEMBANGKAN TEKNOLOGI DIGITAL

Bagaimana dengan rencana ke depan? Mahmud mengatakan pihaknya akan terus mengembangkan teknologi digital. Aplikasi Mobile UGT  yang diterapkan saat ini sudah semakin baik antara lain  bisa mengirim transfer langsung ke bank syariah.“ Arah kami  membuka cabang di luar negeri.  Rencananya Arab Saudi, Malaysia, Singapura. Jadi bisa mengirim via ponsel ke rekening orang bersangkutan. Belanja juga nantinya bisa menggunakan ponsel,” ujarnya. Usaha lainnya, antara lain membuka rumah sakit, mengembangkan yayasan,  program peduli lingkungan (CSR) dan zakat. Sepanjang 2018, KSPPS BMT UGT Sidogiri menyalurkan  zakat kita sebesar Rp8,5 miliar.  (Irvan/Yuni)

Share This: