KSPPS BMT MASLAHAH PASURUAN STRATEGI MERANGKUL ANGGOTA

Penambahan kantor pelayanan merupakan salah satu bentuk komitmen koperasi ini  untuk lebih dekat dengan anggota dan kemudahan  bertransaksi.

DALAM iklim persaingan usaha yang semakin tajam, kualitas layanan menjadi pembeda utama antar koperasi. Oleh karenanya, KSPPS BMT Maslahah Pasuruan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan. Salah satu caranya, dengan memperluas jaringan kantor pelayanan.

Pada 2017, jumlah kantor layanan BMT Maslahah sebanyak 96 kantor. Dengan penambahan jumlah kantor pelayanan diharapkan dapat lebih mendekatkan koperasi dengan anggota. Selain itu, memudahkan anggota dalam bertransaksi.

Strategi peningkatan kualitas layanan melalui perluasan jaringan kantor berdampak positif terhadap kinerja koperasi. Ini terlihat dari  total aset yang pada 2017 sebesar Rp538 miliar,  naik dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp494 miliar.

Selain peningkatan kinerja finansial, BMT Maslahah yang didirikan pada 17 Juli 1997 ini semakin dipercaya masyarakat. Hal itu terlihat dari peningkatan jumalah anggota dimana pada 2017 sebanyak 5.065 anggota.

Pendirian BMT Maslahah dilatari keprihatinan atas maraknya rentenir di tengah masyarakat. Melihat hal itu, komunitas guru madrasah di Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan Jawa Timur tergerak untuk memberikan solusi. Pilihan jatuh pada bentuk  usaha koperasi karena dipandang lebih fleksibel dan sesuai dengan kondisi sosiologis masyarakat. Bermodalkan semangat profetik (kenabian) yaitu Shiddiq (jujur), Istiqamah (konsisten), Fathanah (profesional), Amanah (kepercayaan), dan Tabligh (komunikatif), usaha koperasi berbasis syariah ini berkembang dan dipercaya masyarakat.

Ke depan, komitmen BMT Maslahah untuk memberi layanan yang berkualitas kepada anggota akan terus ditingkatkan. Sejalan dengan membaiknya kinerja finansial, rencananya jumlah kantor pelayanan akan terus ditambah.  (Drajat)

 

Share This:

You may also like...