KSP SEJAHTERA BERSAMA Targetkan Satu Juta Anggota

Jumlah anggota menjadi salah satu ukuran keberhasilan koperasi. Agar geraknya lebih lincah, KSP Sejahtera Bersama mewajibkan minimal 80 persen dana yang dihimpun di setiap kantor cabang harus disalurkan di cabang setempat dan mewacanakan restrukturisasi kelembagaan.

Koperasi sebagai sokoguru perekonomian dibentuk untuk meningkatkan kesejahteraan  anggota. Sifat gotong royong dan keanggotaan yang tidak terbatas pada suku, agama, dan ras menjadi modal sosial untuk terus tumbuh. Sayangnya, tidak banyak koperasi yang mampu mempertahankan eksistensi di tengah persaingan yang semakin ketat. Kesan miring sebagian
pihak menambah berat beban lembaga ekonomi ini. Belum lagi kualitas sumber daya manusia dan manajemen yang seadanya. Wajar jika kemudian koperasi dinilai sebagai “anak tiri” dalam mesin pertumbuhan ekonomi. Namun demikian, KSP Sejahtera Bersama berhasil menjungbalikkan pandangan negatif tersebut. Koperasi ini mampu berdiri sejajar dengan korporasi dalam setiap aspek. Manajemen, likuiditas, dan teknologinya cukup kompetitif untuk bersaing memperebutkan kepercayaan anggota.  KSP Sejahtera Bersama bukan hanya jago bermain di daerah  pinggiran, tetapi juga mampu  berbicara banyak di kota seperti Jakarta. Semua mafhum, ibukota negara ini menjadi barometer keberhasilan karena semua lembaga keuangan hadir di sini. Sehingga persaingannya benar-benar tajam. “KSP Sejahtera Bersama Regional Surabaya tetap eksis  selama 10 tahun dan kinerjanya  terus tumbuh,” ujar Iwan Setiawan, Ketua Pengawas KSP Sejahtera Bersama dalam General Meeting KSP Sejahtera Bersama RegionalSurabaya. Acara General Meeting yang digelar setiap enam bulan itu menjadi arena silaturahim dan pemberian apresiasi bagi para Financial Advisor (FA) dan Area Manager (AM) berprestasi. Dengan begitu, FA dan AM berlomba untuk memberikan yang terbaik bagi koperasi.
Saat ini KSP Sejahtera Bersama sudah menjadi koperasi terbesar dan terbaik yang patut dibanggakan. Ini bukan sekadar isapan jempol belaka. Buktinya, banyak koperasi-koperasi tingkat daerah yang melakukan  studi banding. Bahkan, koperasi  dari mancanegara juga melakukan kunjungan untuk mengetahui resep sukses KSP-Sejahtera Bersama. Berbeda dengan korporasi yang mendasarkan pertumbuhannya hanya pada kinerja keuangan semata, kesuksesan koperasi juga diukur dari seberapa besar  kepercayaan anggota. Hal itu dapat dinilai dari jumlah anggota. Semakin banyak jumlahnya, bisa dikatakan semakin sukses koperasi tersebut.  Oleh karena itu, KSP Sejahtera Bersama menargetkan jumlah anggota sebanyak satu juta orang.

KSPSB-2

Sampai akhir 2014, tercatat 72 ribu menjadi anggota koperasi yang berpusat di Bogor Jawa Barat ini. Untuk mengejar target tersebut, kata Iwan, ada sejumlah hal yang perlu dilakukan. Mengingat bisnis KSP Sejahtera Bersama adalah simpan pinjam, maka menjaga kepercayaan (trust) dari anggota dan para mitra menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.  Kepercayaan anggota bisa muncul jika pengurus transparan dalam mengelola dana simpanan atau investasi. Caranya, mengembalikan minimal 80 persen dana yang dihimpun di setiap kantor cabang harus disalurkan di cabang setempat. Sedangkan sisanya 20 persen digunakan untuk asset, likuiditas dan investasi lainnya dalam rangka meningkatkan branding KSP itu sendiri.  Kantor
Pusat hanya mengelola sebagian kecil dari likuiditas saja. Dengan begitu, anggota tidak bertanya-tanya tentang dana simpanannya.  Jika pengurus cabang belum bisa menyalurkan 80 persen dana yang dihimpun di cabang setempat, bisa diperluas ke tingkat regional. Sehingga sebagian besar dana bisa dinikmati oleh anggota setempat.  Dalam hal ini, kantor pusat
akan membantu dalam pengelolaan likuiditas dan menolong jika ada cabang yang mengalami kesulitan. Peran yang dijalankan semacam the lender of the last resort atau menjadi bantalan terakhir jika ada masalah likuiditas di cabang atau regional.  Iwan menambahkan, selain mengatur proporsi penyaluran dana yang lebih besar di daerah, tidak tertutup kemungkinan ke depan KSP Sejahtera Bersama akan didesentralisasi. Misalnya akan ada KSP  Sejahtera Bersama Surabaya,
KSP Sejahtera Bersama Jakarta, dan lain-lain. Semuanya bersifat otonom dan organisanya mirip seperti sentral business unit (SBU) di korporasi. “Kantor pusat nantinya hanya menjadi koperasi sekunder yang melakukan pengawasan dan pembinaan pada hal yang bersifat makro,” ujarnya.
Pemecahan KSP Sejahtera Bersama ini dimaksudkan agar geraknya lebih lincah. Jika tetap mengandalkan model selama ini yang bertumpu pada kantor pusat maka jalur koordinasinya terlalu panjang. Sementara, dalam bisnis keputusan harus diambil secara cepat dan tepat.  Selain agar lebih gesit dalam menjaring anggota, pemecahan itu juga untuk menghindari risiko  sistemik. Artinya, jika terjadi hal yang tidak diinginkan pada KSP disebuah kabupaten, tidak berdampak pada KSP di kabupaten lain karena manajemennya terpisah.  Untuk mencapai target satu juta anggota, KSP Sejahtera Bersama juga perlu meningkatkan efektivitas dan efisiensi. Tugas ini menjadi tanggung jawab semua pengurus terutama para pemimpin regional.
Apalagi di tengah kondisi makro ekonomi yang kurang kondusif seperti sekarang. Rupiah terus melemah dan daya beli  masyarakat semakin tergerus. Situasi ekonomi sulit itu pada  sisi lain harus bisa dimanfaatkan sebagai potensi bisnis bagi koperasi. KSP Sejahtera Bersama di minta untuk berinovasi dalam produknya agar masyarakat percaya terhadap koperasi. Produk yang sesuai  dengan kebutuhan masyarakat akan menjadi magnet yang efektif untuk menumbuhkan minat berkoperasi.

KSPSB-3

KSP Sejahtera Bersama Regional Surabaya juga bertekad untuk mensukseskan gerakan satu juta anggota. Pencapaian target itu akan semakin membesarkan usaha KSP Sejahtera Bersama. “Kami berupaya keras agar anggota KSP Sejahtera Bersama mencapai satu juta orang,” ujar William Bororing, Regional Manager KSP Sejahtera Bersama Surabaya.  Saat ini, kinerja Regional Surabaya anggaran sebesar Rp. 105 miliar bisa dilampaui hingga mencapai Rp 115,60 miliar atau 109 persen. Cabang pinjaman yang baru telah menyalurkan 185 peminjam dengan outstandingnya Rp 11,70 miliar. Ditambah pinjaman  yang lama 5.815 orang sehingga peminjam saat ini menjadi 6.000 peminjam dengan outstanding Rp 30,80 miliar. Jumlah anggota peminjam dan penyimpan 17.700 orang. Semua cabang di Surabaya semuanya mencatatkan surplus, atau tidak ada yang minus. Menurut William, kantor cabang yang sehat memiliki sejumlah  kriteria antara lain profit, likuid,  dan solvabilitas. Profit berarti bisa menghasilkan keuntungan dari  usaha yang dijalankan. Sebab, dari profit inilah koperasi bisa membayar uang jasa simpanan kepada anggota. Likuid berarti koperasi memiliki dana yang cukup untuk menyelesaikan kewajiban jangka
pendek. Ini juga berarti koperasi harus bisa mengatur simpanan dan pinjaman. Seperti kata pepatah, jangan lebih besar pasak daripada tiang. Oleh karena itu, manajemen kas berperan penting dalam hal ini. Solvablilitas berarti koperasi harus bisa menyelesaikan kewajiban jangka panjang. Dengan demikian, kepercayaan anggota dan mitra tidak akan luntur terhadap koperasi. Ke depan, kinerjanya akan  semakin ditingkatkan sehingga KSP Sejahtera Bersama menjadi tumpuan kepercayaan anggota dan masyarakat. Dengan begitu, koperasi bukan hanya mewah dislogan, tetapi benar-benar hadir dan memberi warna tersendiri dalam derap ekonomi bangsa. Koperasi Sejahtera Bersama Wilayah Surabaya Jawa Timur tetap berdiri kokoh untuk melayani anggota KSB, melalui 11 Kantor Cabang yang tersebar di seluruh ekspose wilayah Surabaya Jawa Timur, antara lain : kantor Regional Surabaya, Cabang Wonokromo, Cabang Kupang Jaya, Cabang Ngagel Jaya, Cabang Rungkut I, Cabang Rungkut II, Cabang Sungkono Kediri, Cabang Mojokerto, Cabang Citraland, Cabang Kapas Krampung, Cabang Kedawung Malang, Cabang Sidoarjo.  Pada kesempatan sama, Mulyadi Brand Manager Cabang Wonokromo KSP Sejahtera Bersama Surabaya, menjadi pemenang Ajang General Meeting Regional Surabaya dan menerima Piala Bergilir pertamakali untuk tingkat regional Surabaya, mulyadi mengatakan, berusaha sekuat  tenaga untuk mencapai target satu juta anggota. “Setiap kantor cabang akan berupaya keras untuk mewujudkan harapan bersama mencapai satu juta anggota,” ujarnya.
Ajang General Meeting dapat digunakan untuk membangun tali silahturahim antar cabang. Selain itu juga untuk membangun jiwa  kompetisi dan mental juara sehingga  mampu menciptakan kader-kader KSP yang andal.

 

Share This: