KSP KOPDIT PINTU AIR MENEMBUS KOPERASI KELAS TRILIUNER

SEBUTAN sebagai provinsi koperasi agaknya tidak sekadar gelar kosong bagi Nusa Tenggara Timur.  Pelaku koperasi di daerah ini membuktikan mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Salah satunya Koperasi Simpan Pinjam Kopdit Pintu Air yang tahun ini tidak saja menyodok ranking dua kopdit terbaik tetapi juga menembus koperasi kelas triliuner tingkat nasional.  Asetnya per Desember 2018 melewati angka satu triliun rupiah.

 Mengomentari keberhasilan Kopdit Pintu Air kejajaran koperasi kelas triliuner, Wakil Gubernur NTT Josef A Nae Noi  mengatakan hal itu sebagai konsekwensi dari kerja keras para pengurus Kopdit Pintu Air. Walaupun operasinya hanya di tingkat pedesaan, namun koperasi berusia 24 tahun ini fokus dan percaya koperasi sebagai solusi menjawab keadilan ekonomi.  “Tidak hanya Kopdit Pintu Air yang luar biasa ini, umumnya koperasi di NTT membuktikan dirinya mampu menjawab kebutuhan ekonomi masyarakat sebaliknya masyarakat juga percaya bahwa kebutuhan ekonomi mereka hanya bisa dijawab dengan cara berkopeasi,” ujarnya Jumat (2/5/19) saat membuka RAT Kopdit Pintu Air XXIV di Desa Ladogahar, Dusun Rotat, Kabupaten Sikka, NTT.   

Berbicara di depan sekitar 1000 anggota dan undangan yang menghadiri RAT tersebut, Josef menegaskan sukses Pintu Air adalah salah satu keajaban. Tidak ada literatur buku ekonomi, teori  bisnis yang piawai dan juga tidak ada dukungan modal kuat.

Tetapi dengan keterbatasan itu Kopdit ini berhasil keluar sebagai yang terbaik. “Pak Jano hanya menjual keyakinan kepada masyarakat Rotat bahwa satu-satunya cara untuk keluar dari kesulitan ekonomi hanyalah dengan bersama-sama kita berkoperasi,” ujarnya.  

 Terletak di sebuah desa berjarak 15 km dari ibu kota Kabupaten Sikka, Maumere,  Kopdit Pintu Air yang dikenal sebagai “koperasinya orang kampung” secara perlahan tumbuh dan menjadi motor penggerak ekonomi di dusun Rotat. Anggotanya tercatat sebanyak 227.772 orang yang umumnya para petani, pekebun dan para pedagang.Totral dana disalurkan pada tahun lalu mencapai Rp826 miliar.  Seiring pencapaian kinerja unggul tersebut, Kopdit terbesar di NTT ini menoreh sejarah baru dengan mendirikan kantor pusat  yang dibiayai oleh simpanan anggota. Lokasi gedung megah berlantai tiga di atas lahan 3.000 meter persegi itu, bukan di tengah kota Maumere, tetapi tetap di Kampung Ladogahar Dusun Rotat, gedung tertinggi dan jadi kebanggaan masyarakat di daerah itu.

RENCANA TUHAN

Dalam sambutannya Ketua KSP Kopdit Pintu Air Jakobus Jano mengatakan dirinya tak menyangka bahwa Kopdit yang didirikan pada 1995 itu bakal tumbuh sebesar saat ini.

“Awalnya didirikan oleh 50 orang di Desa Ladogahar Dusun Rotat dengan tujuan yang sederhana, yaitu agar masyarakat tidak kesulitan pinjam dana karena sudah ada tabungan bersama. Tetapi Tuhan punya rencana lain, melalui kerja keras kami, Tuhan jadikan kopdit ini tumbuh pesat, terbesar di NTT dan ranking dua tingkat nasional. Sungguh ini tak pernah kami bayangkan,” tuturnya bangga campur haru.

Jano mengakui koperasinya tumbuh autodidak dengan sumber daya yang sekadar berbekal semangat untuk maju. Lantaran itu dia berharap instansi terkait dapat membantu Kopdit Pintu Air dengan bimbingan tenaga-tenaga ahli manajemen, keuangan maupun organisasi koperasi.   (Irsyad Muchtar)

Share This:

You may also like...