KSP KODANUA Target Realistis di Tahun Politik

Lesunya perekonomian yang dipicu konflik politik di Ibukota DKI Jakarta membuat kinerja KSP Kodanua stagnan. Pengurus mengambil langkah aman dengan memperkuat kinerja internal, antara lain konsolidasi manajemen, pendidikan dan penyuluhan anggota.

GONJANG ganjing pilkada yang memanas dalam tiga tahun terakhir ini di Ibukota Jakarta membawa implikasi cukup signifikan bagi penurunan kinerja  Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kodanua. Gencarnya penertiban pedagang kaki lima tak dipungkiri ikut menekan laju usaha koperasi ini, maklum bagian terbesar anggota adalah pelaku usaha sektor informal. “Melemahnya daya beli anggota atau calon anggota berimplikasi pada turunnya minat menabung,” kata Ketua KSP Kodanua HR Soepriyono S.AB baru-baru ini kepada PELUANG. Dia berharap, perubahan politik di Ibukota yang cenderung kondusif di tahun ini membawa situasi ekonomi kembali normal.

Sebagai gambaran dari kinerja kurang menggembirakan itu terlihat dari penyaluran pinjaman yang secara tahunan (year on year) turun 7,5%,  Jumlah pinjaman  yang pada 2015 sebesar Rp 254,4 miliar menjadi Rp 240,3 miliar pada 2016, dan turun lagi jadi Rp218,8 miliar pada tahun 2017.  Namun dari sisi aset, kinerja boleh dibilang lumayan, rerata tumbuh 2,5%. Kinerja aset yang relatif stabil ini tampaknya ditopang oleh kinerja positif dari 22 kantor cabang yang tersebar di empat provinsi.

Sejumlah program usaha yang disiapkan Kodanua di tahun ini antara lain, memperluas jaringan usaha dengan melihat potensi yang ada. “Kami memang sedang menjajaki penambahan kantor cabang baru di Yogyakarta dan Solo, namun hingga kini masih terkendala karena kinerja usaha serta kondisi ekonomi yang belum stabil,” tutur Soepriyono. Program usaha tahun lalu yang dinilai baik dan terus dilanjutkan, antara lain plafon pinjaman hingga Rp2 miliar dengan tenor dua tahun dan penetapan batas saldo minimal tabungan yang mendapatkan jasa serta menyesuaikan dengan BI Rate. 2018 ini Kodanua mematok target penyaluran pinjaman  sebesar Rp525 miliar.

Pelayanan yang maksimal terhadap anggota adalah selling point yang jadi keunggulan koperasi ini. Anggota dilayani langsung ke pintu toko atau rumahnya. Pola pelayanan jemput bola ini merupakan andalan Kodanua sejak mula berdiri, empat dasa warsa lalu.  (Irsyad Muchtar)

Share This:

You may also like...