KSP Award, Antara Apresiasi dan “Bagi-bagi” Gelar

KSP Award masih menjadi ajang penghargaan tertinggi bagi ratusan ribu koperasi simpan pinjam di Tanah Air. Diakui atau tidak, surplus kategori dan penerima penghargaan ikut menggerus makna simbolik prestise yang dimaksud.

TAHUN ini, tercatat 27 penerima KSP Award. Maklum, ada 10 kategori dari tiga golongan koperasi yang dilombakan, Agak di luar kelaziman berbagai lomba yang rata-rata menghasilkan tiga pemenang saja. Mengapa begitu banyak? Prestisiuskah gelar itu buat pihak yang menerima? Apakah KSP Award ini hanya sebatas ajang bagi-bagi gelar demi pemerataan semata?
Anggapan dan asumsi bernada miring semacam itu ditampik Asisten Deputi Urusan Pengembangan dan Pengendalian Simpan Pinjam Kementerian Koperasi dan UKM, Rosdiana Sipayung. “Bayangkan dari seratus ribuan KSP, hanya 27 yang menang penghargaan. Ini wajar kan,” kata Rosdiana. Kategori lomba mengacu pada jumlah KSP dan KJKS, yang sampai dengan Juni 2014 tercatat 109.044 unit dengan total pemberian pinjaman sebesar Rp 66,31 triliun, yang melayani sekitar 18.640.007 anggota.
Kesepuluh kategori dalam award itu yakni penumbuhan keanggotaan paling cepat; pelayanan pinjamannya ke sektor produktif terbaik; paling cepat pertumbuhan asetnya; paling besar pemupukan modal sendirinya; paling responsif terhadap perubahan lingkungan strategis; paling baik dalam sistem informasi dalam laporan keuangan; paling tertib dalam pencatatan keanggotaan; memiliki struktur organisasi usaha paling dinamis sesuai lembaga intermediasi; memiliki ratio keuangan terbaik; dan memiliki koperasi sebagai mitra dan atau binaan. (lihat:box)
Klasifikasi penilaian dibagi dalam dua kelompok yakni Kelompok 1 adalah koperasi yang menjalankan usaha simpan pinjam sebagai satu-satunya usaha dan Kelompok 2 adalah unit koperasi yang bergerak di bidang usaha simpan pinjam, sebagai bagian dari kegiatan usaha koperasi yang bersangkutan. Selanjutnya, peserta dibagi dalam tiga kelompok penghargaan, yaitu Kelompok Koperasi Simpan Pinjam (KSP), Kelompok Koperasi Kredit, dan Kelompok Koperasi Pola Pelayanan Syariah.
Faktanya KSP Award mendapatkan sambutan yang positif dari para pelaku koperasi di Tanah Air. Perlombaan untuk penerima KSP Award 2014 itu diikuti oleh 170 koperasi yang berasal dari 21 provinsi yaitu Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jabar, Jateng, DIY, Jatim, Banten, Kalber, Kalsel, Sulsel, Sultra, Gorontalo, NTB, NTT, dan Maluku.
KSP Award diyakini masih menjadi barometer dan ukuran sukses tertinggi bagi kinerja KSP di Indonesia. ”Kami berlomba untuk bisa meraih penghargaan tertinggi dari pemerintah ini setiap tahunnya,” kata Iwan Setiawan, Ketua Askopindo. Peserta award disyaratkan memiliki izin usaha simpan pinjam, telah diniai kesehataannya dengan memperoleh predikat minimal cukup sehat, dan memiliki unit simpan pinjam koperasi yang sudah otonom.

Motivasi KSP
Di tengah dinamika pertumbuhan sektor keuangan dan lingkungan bisnis, usaha simpan pinjam koperasi merupakan bagian terbesar dari jenis koperasi di Indonesia. Total KSP yang kini 109.044 unit itu sebenarnya masih relatif kecil dibanding pangsa pasar UMKM yang jumlahnya sekitar 56,54 juta atau 99% dari total entitas usaha yang ada di Indonesia. Artinya, KSP dan KJKS sebagai lembaga keuangan memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai lembaga intermediasi di sektor keuangan bagi UMKM.
Penganugerahan “KSP Award 2014” merupakan ajang yang tepat untuk menunjukkan berbagai prestasi dan kiprah koperasi simpan pinjam kepada anggota/masyarakat dan kontribusinya pada pembangunan ekonomi nasional. Dengan award ini, ujar Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Choirul Djamhari, diharapkan tumbuh motivasi dan kemajuan usaha simpan pinjam oleh koperasi, peningkatan kualitas dan kompetensi sesama pelaku jasa keuangan, dan memperbaiki daya saing usaha simpan pinjam oleh koperasi di tingkat nasional maupun internasional.
Choirul ingin KSP Award mampu meningkatkan motivasi dan semangat koperasi dalam meningkatkan kinerja usaha dan memacu usaha simpan pinjam oleh koperasi agar lebih berinovasi dalam melayani anggota dan masyarakat. Hingga kemudian ke depan bisa mewujudkan usaha simpan pinjam oleh koperasi sebagai lembaga jasa keuangan yang berkualitas melaksanakan fungsi intermediasi dan memberikan nilai ekonomi bagi anggota dan masyarakat disekitarnya.
Pengakuan prestasi di lingkungan antarkoperasi ini hendaknya menjadi pemicu untuk berprestasi pada skala lebih lanjut. Tanda-tanda positif itu mulai tampak dari beberapa KSP yang mulai beroperasi secanggih perbankan. Dalam pembuatan laporan keuangan, misalnya, Koperasi Penerima KSP Award 2014 sudah menggunakan aplikasi teknologi online system. Jasa layanan kepada anggota dan calon anggota pun makin efektif berkat pemanfaatan Kartu Debit/ATM, Mobil Kas keliling dan Kasir keliling.

Share This:

Next Post

Yang berjaya di tahun Kuda Kayu

Kam Des 18 , 2014
PELAKU usaha ketar-ketir saat memasukil tahun 2014, bukan karena pertumbuhan ekonomi nasional yang melemah pada 2013 dibanding dua tahun sebelumnya ( pertumbuhan ekonomi 6,5 persen pada 2011, dan 6,23 persen pada 2012, pertumbuhan ekonomi 2013 berada di bawah 6 persen). Namun karena adanya perhelatan akbar demokrasi di Indonesia, pemilihan umum […]