KPT Maju Sejahtera, Kembangkan Bisnis Produk Olahan

ilustrasi-Foto: FB KPT Maju Sejahtera.

BANDARLAMPUNG—Pengembangan sebuah koperasi pangan bukan hanya perlu kerja keras, termasuk melakukan diversifikasi usaha, tetapi memerlukan modal.

Koperasi Produksi Ternak (KPT) Maju Sejahtera adalah salah satu di antaranya. Sekalipun koperasi yang berbasis di Lampung ini mampu melakukan banyak hal, namun perkembangannya hanya standar saja.

Hasil RAT Tahun Buku 2019, yang digelar beberapa waktu lalu membukukan omzet Rp735, 267 juta dan aset Rp1, 038 miliar. Sementara Sisa Hasil Usaha (SHU) yang dibagikan hanya seitar Rp44 juta. Jumlah anggota merosot dari 87 menjadi 29.

Menurut Ketua KPT Maju Sejahtera Jaya Suhadi kinerja 2019 sudah menunjukan hasil yang bagus, terutama pada bidang pembiakan sapi Brahman.  Namun banyak investor yang menarik dananya di KPT sehingga modal koperasi berkurang .

“Langkah yang kami lakukan di bidang budi daya sapi Brahman cross dengan sistem bagi hasil dengan kelompok, mengingat akses permodalan baik KUR atau LPDP sulit kami akses dan skema pembiayaan yang tidak sesuai dengan usaha kami di bidang pembiakan sapi,” papar Suhadi kepada Peluang, Selasa (28/7/20).

Ke depannya KPT Maju Sejahetra memaksimalkan usaha yang sudah ada, seperti meningkatkan usaha pengemukan sapi berbasis masyarakat, membentuk P4S (Pelatihan perbenihan Palawija, Pembibitan Sapi Lokal)  sebagai pusat belajar mereka  ingin usaha beternak dan membuat produk olahan seperti bakso, abon, serundeng, susu jagung, pakan dan pupuk bokasi.

“Kami juga membuat wisata edukasi ternak yang terintegrasi,”papar Suhadi.

Untungnya pada masa pandemi, koperasi merasakan dampak tidak begitu berat karena masih bisa jual daging dengan harga standar, dan bisa jual sapi kurban sampai kehabisan stok.

“Hanya saja sangat sulit untuk jual bakalan (sapi yang digemukan). Akhirnya untuk bakalan kami tahan sampai musim lelang pada November 2020,” ungkap dia lagi.

Ilustrasi-Foto: FB KPT Maju Sejahtera.

Suhadi mengaku terjun ke koperasi, sejak KPT Maju Sejahtera sejak awal berdiri 2014. Menurut dia bisnis koperasi, punya sistem sangat berbeda. 

“Koperasi tidak melulu bicara profit  tapi bagaimana membangun kebersamaan, usaha bersama, dan hasil untuk bersama,” pungkasnya (Irvan Sjafari).

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *