KPR BTN Mikro Untuk Kaum Marjinal

Pekerja sektor informal kini berpeluang memiliki rumah dengan angsuran yang ringan dari Bank BTN. Cukup membayar uang muka sebesar 1% dari harga jual rumah.

Masyarakat  akar rumput semakin sulit untuk memiliki rumah tinggal, terutama di kota besar. Hal ini dikarenakan timpangnya besaran pendapatan dengan harga rumah yang terus melambung. Oleh karenanya, dibutuhkan solusi pembiayaan rumah yang lebih ramah bagi kelompok berkantong tipis ini. Seperti yang dilakukan Bank BTN dengan meluncurkan KPR BTN Mikro.

Pada tahap awal, produk KPR Mikro menyasar pedagang yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Mie Bakso (APMISO). Selain itu juga membidik nelayan, petani, perajin, dan pekerja  di sektor informal. Untuk bisa mendapatkan kredit KPR dengan bunga lunak ini, calon debitur harus tergabung dalam komunitas pedagang atau koperasi serta merupakan binaan Kementerian Koperasi dan UKM dengan penilaian baik.  Selain menjadi anggota dalam komunitas usaha atau koperasi, syarat lainnya adalah usahanya minimal satu tahun serta mendapat rekomendasi  dari koperasi yang memayunginya.

Dipilihnya segmentasi pekerja informal karena selama ini dinilai paling membutuhkan akses pembiayaan rumah. Sebab, pekerja informal tidak masuk dalam kategori penerima KPR Subsidi baik dalam skema  Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Selisih Bunga (SSB), dan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) dari Pemerintah.

KPR BTN mikro mempunyai tiga skema yaitu skema kepemilikan rumah langsung, renovasi rumah yang ada, dan membangun rumah di atas tanah yang sudah dimiliki debitur. Dengan ketiga skema tersebut diyakini jumlah kaum marjinal yang memiliki rumah akan bertambah.

Sekadar informasi, meski BTN merupakan Bank pelat merah yang kerap membantu program pemerintah namun produk KPR Mikro ini bukan merupakan bagian dari program sejuta rumah. Artinya, produk ini murni inisiatif dari bank BUMN spesialis pembiayaan perumahan tersebut.

Karena menyasar kaum berkantong tipis, KPR Mikro ini tidak mematok suku bunga tinggi. Bunga KPR Mikro hanya sebesar 7,99% per tahun (fixed). Selain bunga kredit yang rendah, angsurannya pun tidak harus dibayar setiap bulan melainkan bisa secara mingguan atau harian. Dengan begitu, akan terasa ringan bagi nasabah.

Selain angsuran yang ramah di kantong, KPR BTN Mikro juga memberikan besaran uang muka yang ringan, tergantung pada kegunaan.  Untuk pembelian rumah pertama, nasabah cukup membayar uang muka sebesar 1% dari harga rumah. Sementara untuk renovasi rumah atau pembangunan rumah, uang muka diwajibkan minimal 10%. Uang muka tersebut, bisa digunakan untuk mencairkan KPR Mikro, dengan plafon maksimal sebesar Rp75 juta. Sedangkan jangka waktunya bisa sampai 10 tahun.

Untuk menekan potensi kredit bermasalah seperti yang sering dikhawatirkan jika menyalurkan pembiayaan ke wong cilik, BTN punya kiat tersendiri.  Bank spesialis pembiayaan properti ini akan menggandeng beberapa lembaga seperti Kementerian Koperasi dan UKM dan Perumnas. Untuk kerjasama dengan Kemenkop UKM, ini ditujukan agar identifikasi calon nasabah seperti pedagang dan koperasi bisa dilakukan dengan mudah.

Selain menjalin kerja sama dengan berbagai pihak tersebut, BTN juga mensyaratkan calon debitur membuka rekening di BTN selama 3 bulan. Ini agar BTN bisa memantau dan menganalisa cashflow debitur selama tiga bulan dan nominal setara cicilan bulanan kreditnya. Dengan adanya KPR Mikro, diharapkan kelompok marjinal dapat lebih mudah mengakses pembiayaan untuk kepemilikan rumah. (drajat).

Share This: