KPBS Pangalengan Siap Bangun Pabrik Susu

Lemahnya daya tawar koperasi dalam menentukan harga jual dihadapan pelaku industri susu menjadi salah satu alasan KPBS untuk mendirikan pabrik susu  sendiri. Rencananya, pabrik baru akan beroperasi pada tahun ini.

KOPERASI Peternak Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan siap menggebrak industri pengolahan susu. Pasalnya, koperasi yang beranggotakan para peternak sapi perah ini bakal mengubah model bisnisnya, dari supplier susu murni menjadi pabrikan sendiri.

Andri Novandi, Manajer KPBS mengatakan pabrik susu akan siap dioperasikan tahun ini. Perubahan model bisnis ini didasari pada keinginan koperasi untuk meningkatkan daya saingnya di industri pengolahan susu. “Selama ini daya tawar kita ke pabrik pengolahan susu lemah, padahal yang punya bahan baku kan koperasi,” ujar Andri.

KPBS Pangalengan yang didirikan pada 1969 ini merupakan salah satu supplier susu terbesar untuk pabrikan. Ini tidak lepas dari kapasitas produksi susu murni yang dihasilkan sebesar 83 ton perhari.  Hasil produksi ini 75%-nya disetorkan ke pabrik susu yang menjadi mitra koperasi.

Setelah berpuluh tahun menjalin kemitraan dengan pabrik susu, KPBS menilai sistem yang diterapkan kurang adil. Misalnya, dalam penentuan harga jual susu lebih banyak menguntungkan pabrik. Oleh karenanya, pengurus KPBS memilih untuk mendirikan pabrik sendiri yang nantinya akan mengolah hingga memasarkan produk. Ditargetkan tahun ini pabrik mulai beroperasi.

Andri menambahkan, rencana pengoperasian pabrik yang berlokasi di Pangalengan Bandung Selatan mendapatkan dukungan dari anggota. Saat ini jumlah anggota mencapai 3.300 orang yang berprofesi sebagai peternak sapi perah. Dengan bakal dioperasikannya pabrik sendiri, anggota yakin kesejahteraannya dapat meningkat. “Adanya pabrik milik sendiri akan memberi dampak positif bagi anggota,” ujar Andri.

Terkait dengan kinerja , omzet penjualan KPBS mencapai Rp90 miliar perbulan, atau Rp1,08 triliun pertahun. Sedangkan asetnya sebesar Rp250 miliar. Untuk keanggotaan, terjadi penurunan dari tahun sebelumnya sebanyak 3.600 orang. Ini dikarenakan ada anggota yang tidak menaati peraturan koperasi sehingga terpaksi dicoret dari keanggotaan.

Usaha KPBS selain menjual susu ke pabrikan adalah mengolah berbagai produk turunan berbahan dasar susu. Produknya antara lain mentega, yogurt, dan keju. Produk ini dipasarkan melalui jaringan distribusi sendiri maupun bekerja sama dengan pihak lain.

KPBS Pangalengan adalah salah satu  koperasi yang sarat dengan prestasi. KPBS di antaranya pernah dinobatkan sebagai Koperasi Teladan Nasional (1982, 1984, dan 1985), Koperasi Mandiri (1988), dan Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama (1997). Koperasi ini juga termasuk 100 Koperasi Besar Indonesia.

Para anggota KPBS berharap dengan pengoperasian pabrik susu milik sendiri, kesejahteraan mereka dapat meningkat. Harapan ini bisa direalisasikan mengingat jam terbang dan jaringan yang dimiliki koperasi. (Drajat)

Share This:

You may also like...