Kospin Jasa Role Model Koperasi Indonesia

Memasuki usia 45 tahun, Kospin Jasa mencatatkan tonggak bersejarah dengan menjadi koperasi pertama yang melantai di bursa saham. Kospin Jasa juga telah mengakuisisi perusahaan asuransi umum syariah dan sebagai koperasi pertama penyalur KUR.

Nama Kospin Jasa Pekalongan sudah tidak asing lagi di jagat perkoperasian dan industri keuangan di Tanah Air. Selain sebagai pemegang aset koperasi terbesar, Koperasi yang didirikan pada dekade 1970-an ini  dikenal dengan sejumlah terobosannya yang fenomenal. Kini, dalam usia 45 tahun, Kospin Jasa telah menorehkan perjalanan usahanya dengan tinta emas.

Beberapa mileston pencapaian Kospin Jasa antara lain merupakan koperasi pertama yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan sebagai koperasi pertama penyalur KUR. Seperti diketahui, pada akhir 2017 lalu Kospin Jasa melalui perusahaan anak yaitu PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi (JMAS) menggelar aksi korporasi berupa penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) di BEI. Dalam gelaran perdananya  tersebut, Emiten melepas 1 juta saham, dengan komposisi 600.000 saham pendiri dan 400.000 saham publik. Saham dilepas dengan harga Rp140 per lembar.

Keberhasilan IPO menandakan babak baru perkembangan Koperasi di pasar modal.  Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga pun melontarkan pujian setinggi langit atas keberhasilan tersebut. Menteri bahkan menyebut, hal itu merupakan impiannya sejak awal. Koperasi dinilainya sangat layak untuk listing di bursa agar mempercepat pengembangan usaha. Oleh karenanya, Kemenkop dan UKM mendorong kepada koperasi-koperasi yang lain untuk masuk bursa saham.

Dalam pandangan Menteri, konsep bursa efek sebenarnya sama dengan koperasi dimana setiap orang boleh membeli saham. Begitu pula di koperasi dimana setiap orang boleh menjadi anggota sepanjang memenuhi persyaratan yang berlaku.

Dipercayanya Kospin Jasa sebagai koperasi pertama penyalur KUR juga tidak luput dari perhatian Menteri. Atas berbagai pencapaian yang telah diraih Kospin Jasa tersebut, Menteri Puspayoga sampai mengatakan jika semua koperasi di Indonesia seperti Kospin Jasa maka permasalahan ekonomi kerakyatan akan selesai.

Pujian dari orang nomor satu di jajaran koperasi dan UKM tersebut bukanlah tanpa alasan. Sebab salah satu problem terbesar pelaku usaha UMKM adalah akses pembiayaan. Sejak awal, koperasi yang didirikan oleh tiga etnis yaitu Jawa, Arab, dan Tionghoa ini memiliki keberpihakan terhadap pelaku UMKM. Populasi terbesar dalam struktur pelaku usaha di Tanah Air.

Selain itu, infrastruktur teknologi informasi (TI) koperasi umumnya belum secanggih perbankan. Namun, kini dengan keberhasilan Kospin Jasa sebagai agen penyalur KUR penilaian tersebut luntur. Sebab, salah satu syarat sebagai penyalur KUR adalah memiliki sistem dan infrastruktur TI yang memadai.

Andy Arslan  Djunaid Ketua Kospin Jasa mengatakan, Kospin Jasa memiliki komitmen untuk memberdayakan pelaku usaha UMKM. Setidaknya ini terpampang jelas dalam tagline Koperasi yaitu “Bersama Membangun Usaha”. “Komitmen Kami tidak akan pernah luntur untuk mengembangkan usaha UMKM yang merupakan tulang punggung perekonomian,” ujar Andy.

Komitmen tersebut terlihat dari portfolio penyaluran kredit Koperasi yang seluruhnya untuk sektor UMKM. Dengan fleksibilitas proses bisnis dan administrasi, Kospin Jasa menjadi salah satu sumber pendanaan yang diandalkan pelaku usaha.

Akuisisi Perusahaan Asuransi Umum Syariah

Tidak cukup mengantarkan perusahaan anak ke bursa saham, Kospin Jasa semakin memperluas usaha dengan mengakuisi PT Asuransi Takaful Umum jelang akhir tahun lalu dengan kepemilikan saham sebesar 95%.

Andy mengatakan, langkah besar akuisisi merupakan salah satu bentuk kepedulian Kospin Jasa terhadap perkembangan ekonomi syariah dalam negeri. Dengan pembelian saham tersebut, Kospin Jasa berharap ekonomi dan keuangan syariah semakin moncer. Hal ini sejalan dengan tekad Pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi halal dunia.

Langkah akuisisi juga bertujuan untuk memenuhi kebutuhan anggota Kospin Jasa dalam berasuransi. Pasalnya, banyak anggota yang berharap agar asetnya seperti kendaraan dan bangunan dapat dilindungi oleh asuransi. Dengan dibelinya asuransi umum syariah tersebut Kospin telah membantu pemenuhan kebutuhan anggota. Alhasil, di lini bisnis asuransi, Kospin telah lengkap setelah sebelumnya memiliki perusahaan anak yang bergerak di bidang asuransi jiwa.

Sejalan dengan perkembangan usaha, Kospin Jasa terus menebar manfaat dan berbagi untuk masyarakat dan lingkungan. Melalui beragam aktivitas tanggung jawab sosial koperasi, Kospin Jasa secara nyata telah berkontribusi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Kospin Jasa juga terus menjaga hubungan baik dengan seluruh anggota dan masyarakat. Setidaknya hal itu tercermin dari tingginya partisipasi anggota dan masyarakat umum dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan. Ambil contoh, pada momentum HUT ke 45 tahun Kospin Jasa beberapa bulan lalu, 10.000 orang turut ambil bagian dalam kegiatan jalan sehat.

Kemeriahan HUT juga diisi dengan turnamen tenis meja yang diikuti oleh atlet tenis meja nasional dan internasional. “Kami senantiasa menjaga hubungan baik dengan seluruh pemangku kepentingan sebagai modal sosial untuk menjaga pertumbuhan usaha yang berkelanjutan,”pungkas Andy.  (Kur)

Share This: