Kospin Jasa Pecah Telur Koperasi Penyalur KUR

Secara resmi kini koperasi dapat menjadi agen penyalur KUR. Kospin Jasa terpilih menjadi koperasi pertama penyalur kredit program ini dan mendapat plafond KUR sebesar Rp50 miliar.

kospin jasa penyalur kur

Setelah 10 tahun, akhirnya Pemerintah menaruh kepercayaan kepada Koperasi untuk menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR). Sebelumnya, dalam soal KUR koperasi hanya bisa menyalurkannya dalam skim linkage dengan perbankan. Namun sejak terbitnya Permenko Bidang Perekonomian  Nomor 9 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Permenko Perekonomian Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pedoman Pelaksanaan KUR, koperasi resmi mendapatkan payung hukum sebagai agen penyalur.

Kospin Jasa merupakan koperasi pertama yang menyalurkan KUR. Koperasi yang berdiri sejak 1973 ini dinilai telah memenuhi persyaratan sebagai penyalur KUR seperti kredit bermasalah di bawah 5 persen, memiliki online system dengan Sistem Informasi Kredit Program (SIKP), dan melakukan kerja sama pembiayaan dengan Kementerian Koperasi dan UKM sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Selain itu, Kemenkop membuat syarat tambahan, yakni koperasi hanya bisa menyalurkan KUR jika sudah mendapat persetujuan anggota serta hanya menyalurkan KUR kepada anggota.

Perluasan agen penyalur dengan melibatkan soko guru ekonomi rakyat ini bertujuan untuk meningkatkan penetrasi KUR, terutama untuk UMKM produktif seperti pertanian dan perikanan. Seperti diketahui, pada tahun ini pemerintah menargetkan peningkatan penyaluran KUR menjadi sebesar Rp110 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp100 triliun.

Data Kementerian Koperasi dan UKM, sebanyak 32 koperasi telah mengajukan diri sebagai penyalur KUR. Dari jumlah ini, sebenarnya ada tujuh koperasi yang sudah diajukan ke Komite Kebijakan Pembiayaan Bagi UMKM yang diketuai oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution. Namun hanya Kospin Jasa yang dinilai paling siap.

Salah satu koperasi yang potensial menyusul jejak Kospin Jasa adalah KSPPS Fastabiq Khoiro Ummah di Pati, Jawa Tengah. Koperasi ini direncanakan sebagai agen penyalur KUR Syariah sebagai skim baru dari revisi Permenko Perekonomian tersebut.

Seperti diketahui, Permenko Perekonomian Nomor 9 itu juga memperluas skim KUR dari sebelumnya tiga jenis yakni KUR Mikro, Ritel dan TKI. Kini jenis KUR menjadi KUR Mikro (plafon hingga Rp 25 juta), KUR Kecil sebagai pengganti KUR Ritel, KUR TKI, KUR Menengah (plafon Rp 500 juta – Rp 2 miliar) dan KUR Super Mikro (plafon sampai Rp 3 juta). Dengan skim syariah subsidi bunga diganti menjadi subsidi marjin.

Kospin Jasa ditargetkan dapat menyalurkan KUR sebesar Rp50 miliar kepada anggotanya yang memiliki usaha. Terpilihnya koperasi yang berkantor pusat di Pekalongan Jawa Tengah ini menandai babak baru pergulatan koperasi dalam program KUR. (Drajat).

Share This:

You may also like...