Kopsyah BMI Wujudkan Pemerataan Ekonomi Dengan Semangat Gotong Royong

Koperasi sebagai satu-satunya badan usaha yang disebut dalam konstitusi berperan penting untuk merealisasikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kopsyah BMI merupakan salah satu koperasi yang telah melaksanakan amanat tersebut.

Di era revolusi industri 4.0, Indonesia menghadapi persoalan kesenjangan yang serius baik kesenjangan antarmasyarakat maupun kesenjangan antardaerah. Hal itu dipicu antara lain dari terus naiknya pengeluaran untuk level menengah ke atas, namun pada sisi lain terjadi penurunan di level menengah bawah.

Pemusatan kekayaan pada segelintir kelompok masyarakat semakin mengukuhkan ekonomi oligarki. Tentu ini bertolak belakang dengan Pancasila, utamanya sila kelima. Dalam konteks sosioekonomi tersebut, Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) terus hadir untuk melayani anggota dan memberdayakan ekonomi masyarakat.

Kamaruddin Batubara, Presiden Direktur Kopsyah BMI mengatakan, kesenjangan dapat dikikis dengan upaya pemerataan ekonomi melalui badan usaha koperasi. “Model bisnis koperasi sangat tepat untuk pemerataan ekonomi anggota dan masyarakat,” ujar Kamaruddin, atau biasa disapa Bara.

Bagi Kopsyah BMI, misi untuk pemerataan ekonomi dengan semangat gotong royong memiliki landasan etik yang kuat. Ini mengacu pada perintah dalam Alquran antara lain Surat Al Hasyr ayat 7, yang artinya:

“Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya”.

Perintah agama untuk mewujudkan pemerataan ekonomi dimaterialisasikan dalam sejumlah program kerja. Kopsyah BMI telah menyerahkan 199 Hibah Rumah Siap Huni untuk Anggota dan Non Anggota.  “Penyerahan rumah siap huni secara gratis kepada anggota dan masyarakat merupakan wujud konkret untuk pemerataan ekonomi,” ujar Bara.

Pembiayaan hibah rumah tersebut sebagian berasal dari dana kebajikan yang bersumber dari zakat, infak, sedekah dan wakaf (Ziswaf) Kopsyah BMI. Ini merupakan cerminan semangat gotong royong yang sesuai dengan basis nilai perekonomian seperti diatur dalam konstitusi.

Dalam aspek usaha, selain melayani simpan pinjam, Kopsyah BMI juga memiliki Koperasi Konsumen Benteng Muamalah Indonesia (Kopmen BMI). Saat ini, Kopmen BMI telah memiliki 4 Toko Bangunan, 3 minimarket dan 2 grosir.

Kopmen BMI berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari anggotanya dengan menyediakan produk seperti sembako, sabun, makanan ringan dan lain-lain.  Bagi anggota yang berbelanja akan mendapatkan potongan harga.

Bara menambahkan, kehadiran Kopmen BMI juga merupakan jawaban dari gerakan koperasi dalam menghadapi merajalelanya gerai ritel modern milik konglomerasi. “Dengan berbelanja di Kopmen BMI berarti turut berkontribusi dalam pemerataan ekonomi dengan semangat gotong royong,” ujarnya.

Berbagi Pengalaman

Keberhasilan Bara dalam memimpin Kopsyah BMI sehingga model bisnisnya menjadi referensi banyak pihak mendorongnya untuk berbagi pengalaman. Ini ditunjukkan dengan kesediaannya menjadi Dosen Tamu Mata Kuliah Kapita Selekta Bidang Koperasi di MAB Institut Pertanian Bogor (IPB).  “Dengan menjadi dosen tamu semoga bisa memberi pencerahan kepada mahasiswa tentang koperasi,” ungkapnya.

Selain menjadi dosen tamu, Bara juga kerap diundang menjadi narasumber dalam seminar-seminar tentang perkoperasian. Ambil contoh, ketika ia menjadi narasumber dalam Seminar Nasional Keuangan Syariah Non Bank di Kampus STISNU Nusantara Tangerang.

Sekadar informasi, pelopor pendirian STISNU adalah mantan Bupati Tangerang yaitu Ismet Iskandar yang merupakan ayah dari Bupati Tangerang  Zaki Iskandar. Dalam seminar tersebut, Bara mengenalkan Model BMI Syariah dalam bingkai Koperasi Syariah kepada civitas akademika STISNU.

“Sudah saatnya Koperasi sebagai salah satu struktur ekonomi nasional dan satu-satunya yang termaktub dalam UUD 1945 menjadi pilihan kelembagaan dalam menjalankan perekonomian di negeri ini. Karena sejatinya koperasi sangat islami dengan semangat kekeluargaan dan gotong royong (taawun),” ungkap Bara.

Untuk lebih mengenalkan Koperasi, Kopsyah dan Kopmen BMI juga terus melakukan sosialisasi ke berbagai pihak. Seperti yang belum lama ini dilakukan kepada Dewan Masjid Indonesia Kab. Tangerang di Gerai Tangerang Gemilang.

Peningkatan literasi koperasi kepada para pengurus masjid merupakan hal yang penting. Sebab, masjid merupakan pusat dari kegiatan keumatan. Dengan meningkatnya wawasan para pengurus masjid diharapkan minat jamaah untuk menjadi anggota koperasi dapat terwujud.

Silaturahmi Akbar Karyawan

Sejalan dengan program ekonomi dan sosial yang terus dilakukan, Kopsyah BMI sangat peduli dengan kekompakan di internal. Hal ini antara lain diwujudkan dengan pemberian remunerasi yang menarik dan proporsional serta pemberlakuan sistem penghargaan dan sanksi (punishment and reward) kepada para karyawan.

Untuk menjaga semangat kerja dan membangun soliditas, secara reguler Kopsyah BMI menggelar Silaturahmi Akbar Karyawan. Pada tahun ini, giliran para tenaga keamanan (security) dan staf umum yang menjadi pesertanya. Acara dengan tema “Bangga BersamA BMI” itu diikuti sekitar 200-an peserta.

Acara Silaturahmi Akbar tersebut juga dilengkapi dengan pemberian doorprize. Untuk hadiah utama berupa Paket Umroh. Selain itu, ada hadiah-hadiah menarik lainnya yang berguna untuk peserta.

Belajar Hingga ke Turki

Meski sudah menjadi Kopsyah terbesar di Indonesia dan terbaik dalam tanggungjawab sosialnya, itu tidak membuat para Pengurus terlena. Dengan berbagai pencapaian yang telah diraih justru semakin memotivasi untuk memberi yang terbaik. Ini diwujudkan dengan kesediaan belajar pengelolaan Wakaf hingga ke Turki.

Di negerinya Erdogan tersebut, Bara dan jajaran pengurus Kopsyah BMI belajar mengenai pengelolaan wakaf kepada lembaga wakaf yang kredibel. Study Tour Wakaf ke Turki dilaksanakan pada 17 sampai 25 Oktober 2019. “Banyak hal baru yang bisa diduplikasi dalam hal pengelolaan Wakaf,” ungkap Bara.

Tak lupa rombongan juga mengunjungi tempat-tempat yang bersejarah dan menarik. Seperti diketahui, Turki yang pernah menjadi pusat peradaban dunia Islam memiliki banyak destinasi yang memesona dan bernilai historis tinggi.

Apresiasi

Komitmen Kopsyah BMI dalam mewujudkan pemerataan ekonomi dengan semangat gotong royong telah diakui banyak pihak. Beragam apreasiasi telah disandangnya baik yang diberikan oleh Pemerintah maupun kalangan masyarakat.

Pada Oktober lalu, Kopsyah BMI menerima apresiasi dari Bupati Serang dalam Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni di Kabupaten Serang.
Acara dilaksanakan dalam  Sidang Paripurna Hari Jadi Kab. Serang ke-493 di Ruang Sidang DPRD Kab. Serang.

“Terimakasih kepada Ibu Bupati dan Jajaran Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kab. Serang,” ungkap Bara.

Khusus di Kabupaten Serang, Kopsyah BMI sudah membangun Rumah untuk yang membutuhkan terutama fakir miskin sebanyak 43 unit. Yang lain tersebar di berbagai tempat di wilayah Provinsi Banten.

Share This:

You may also like...