Kopsyah BMI “Role Model” Melawan Kemiskinan dan Ketimpangan Ekonomi

TANGERANG—Koperasi dapat memberikan kontribusi yang signifikanbagi tercapainya program-program pemberdayaan masyarakat. Kehadiran Koperasi Syariah Benteng MIkro Indonesia (Kopsyah BMI)yang sejak awal menggerakkan usaha berbasis kebutuhan masyarakat yang jadi anggotanya dapat jadi role model pengembangan koperasi di Indonesia.

“Dilihat dari perannya selama ini Kopsyah BMI  sudah merupakan role model dalam upaya melawan kemiskinan dan ketimpangan ekonomi di tengah masyarakat,” kata Menteri Koperasi UKM AAGN Puspayoga dalam sambutan tertulis pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) Kopsyah BMI Tahun Buku 2018, Rabu (23/1/19) di Spring Summarecon Serpong, Tangerang, Banten.

Acara yang diikuti oleh 650 anggota tersebut dihadiri sejumlah pejabat antara lain Wakil Bupati Tangerang Mat Romli, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten Tabroni, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tangerang Nurul Hayati,  Wakil Ketua Umum Dekopin Teguh Budiyana,  Perwakilan Forum Koperasi Besar Indonesia, yaitu Iwan Setiawan (KSP Sejahtera Bersama, Bogor),  Andy Arslan Djunaid  (Kospin Jasa Pekalongan, Jawa Tengah) dan Yanuedi Melayanto ( Sekunder Koperasi Karyawan Bank Bukopin Selindo).

Dalam sambutan yang dibacakan oleh Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM Rully Indrawan, Menkop mengatakan kehadiran Kopsyah BMI dengan segala program sosialnya telah memberi warna baru dalam perkembangan koperasi di tanah air.

“Apa yang telahd ikerjakan Kopsyah BMI selama ini untuk anggotanya, seperti pembangunan rumah layak huni gratis, perbaikan sanitasi pesanten dan musholla, wakaf, kejar paket C,  dan pelatihan usaha berbasis agribisnis , sudah merupakan langkah yang tepat dan membuktikan koperasi memang merupakan salah satu jalan menuju kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Menkop Puspayoga menegaskan, pemerintah akan terus hadir dan berkomitmen untuk membangun koperasi melalui berbagai kebijakan dan program pemberdayaan melalui peningkatan kualitas SDM,  kewirausahaan, peningkatan akses pembiayaan, fasilitasi pemasaran, manajemen dan teknologi informasi.

Bersamaan dengan digelarnya RAT, Kopsyah BMI juga meluncurkan tiga program usaha terbarunya yaitu Simpanan Tamasya (Sitasya),  BukuPanduan Model BMI Syariah danKoperasi Konsumen (Kopmen) yang menjual kebutuhan barang bangunan untuk anggota.

Pada kesempatan itu, Rully melakukan dialog melalui tele conference dengan Manajer Kopmen Krisyanto, yang berada di Toko Kopmen di daerah Cisoka, Kabupaten Tangerang.

FOKUS UNTUK ANGGOTA

Sementara itu dalam laporannya,  Ketua Pengurus Kopsyah BMI Kamaruddin Batubara mengatakan  sejak awal kehadirannya, Kopsyah sudah mematok karakter usahanya pada pemberdayaan dan pemerataan ekonomi masyarakat.

“Jika kami tetap fokus melayani kebutuhan anggota dengan pendampingan usaha, Insha  Allah upayamenyejahterakan masyarakat itu makin cepat  tercapai,”   kata Kamaruddin.

Kopsyah BMI, lanjut  Kamaruddin,  meyakini  bahwa  pemberdayaan yang dilakukan  dengan penuh keikhlasan  pada gilirannya kian mempercepat pemerataan ekonomi di tengah masyarakat.

Pemberdayaan tersebut dapat dilakukan dengan banyak cara baik  melalui bisnis koperasi dan juga semangat gotong royong membantu sesama  dengan optimalisasi zakat, infak, sedekah dan wakaf.

Sejak  berdiri pada 5 April 2013, tren pertumbuhan Kopsyah BMI semakin membaik, ditandai dengan anggota yang terus meningkat hingga  mencapai 144.545 orang per Desember 2018 atau naik 10,7 persen dari tahun 2017 sebanyak 130.581 orang.

Pada periode yang sama kinerja keuangannya juga membiru dengan capaian ase tRp499,3 miliar,  naik 22,3 persen   dibanding tahun 2017 sebesar Rp 408,2 miliar. Ekuitas tumbuh 22,2 persen dari  Rp166,2 miliar di tahun 2017 menjadi Rp203,2 miliar  tahun 2018.

Sedangkan Sisa Hasil Usaha tercatat sebesarRp 16,1 miliar, naik 28,3 persen  dari tahun 2017 sebesar Rp12,5 miliar. (Irm)

Share This:

You may also like...