Kopsyah BMI Raih Nazir Wakaf Terbaik Indonesia

JAKARTA—–Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia mendapatkan penghargaan dari Kementerian Koperasi dan UKM sebagai Nazir Wakaf terbaik dengan nilai penghimpunan dana sebesar Rp7,2 miliar.

Sementara untuk Terbaik II, diraih Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT Mandiri Sejahtera (Jawa Timur) dengan nilai penghimpunan Rp2,2 miliar dan ketiga KSPPS Surya Abadi Riyanto (Lampung) dengan nilai penghimpunan Rp1 miliar.

Hal ini diungkapkan Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop dan UKM Yuana Sutyowati dalam  laporan realisasi penyaluran akses pembiayaan melalui KSPPS/USPPS dalam Forum Koordinasi Peningkatan Peran KSP/KPPS dalam pembiayaan UMKM, Kamis (28/11/19).

“Per November 2019, tercatat realisasi pendayagunaan wakaf uang melalui KSPPS/USPPS Koperasi sebanyak 154 KSPPS/USPPS Koperasi (sebagai nazhir wakaf) di 11 Provinsi nilai penghimpunan mencapai Rp28,5 miliar,” kata Yuana dalam laporannya.

Penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki kepada Presiden Direktor Kopsyah BMI Kamaruddin Batubara dan pimpinan KSPPS BMT Mandiri Sejahtera dan  KSPPS Surya Abadi Riyanto.

Teten sendiri dalam arahannya pada forom ini dalam Pembiayaan UMKM menyampaikan, akselerasi pembiayaan dan investasi dilaksanakan dengan strategi agregasi pembiayaan lintas Kementerian/Lembaga (K/L), guna pengembangan UMKM agar bisa naik kelas.

“Akses pembiayaan ke UMKM juga bersumber dari Koperasi Simpan Pinjam/Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSP/KSPPS) dan Unit Simpan Pinjam/Unit Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (USP/USPPS) koperasi,” ucap Teten.

Hingga November 2019 tercatat, ada 20.852 unit KSP/KSPPS atau 15,09 persen dan 51.081 USP Koperasi atau 38,98 persen daru jumlah koperasi nasional (138.140 unit), serta di antaranya 4.684 KSPPS/USPPS Koperasi.

Pada masa mendatangm koperasi perlu terus meningkatkan kinerja manajemennya, serta fokus untuk meningkatkan layanan pembiayaan secara efesien dan efektif kepada UMKM/anggota dengan implementasi sistem informasi teknologi (fintech).

Saat ini struktur ekonomi berbentuk piramida, yang puncaknya diisi oleh usaha besar, paling bawah justru banyak usaha kecil. Kondisi ini harusnya dibalik, bagaimana usaha yang menengah ini naik ke usaha besar, supaya strukturnya lebih adil,

Upaya ini harus didorong dari sisi pembiayaan. Pendekatan pertama yang dilakukan adalah, pemberdayaan melalui komunitas sistem kluster kelompok berdasarkan jenis usaha, komunitas atau wilayah, agar realisasi pembiayaan bisa lebih masif.

Agar terjadi peningkatan kinerja KSP/KSPPS dan USP/USPPS Koperasi, Kementerian Koperasi telah merumuskan kebijakan melalui peraturan Menteri Koperasi dan UKM, tentang pelaksanaan kegiatan usaha simpan pinjam/usaha simpan pinjam, dan pembiayaan syariah oleh koperasi serta peningkatan kapasitas dan sertifikasi pengelola KSP/KSPPS.

“Meningkatkan peran KSPPS, antara lain dalam pengembangan unit tanwil (bisnis) dan unit mall (sosial), antara lain melalui pendayagunaan zakat, infaq, sedekah dan wakaf (ZISWAF),” pungkas dia (van).

Share This:

You may also like...