Kopsyah BMI Kembali Serahkan Tiga Unit Hibah Rumah Siap Huni

TANGERANG—Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) kembali menyerahkan tiga unit Hibah Rumah Siap Huni , baik untuk anggota maupun non anggota, yaitu rumah ke 196, 197 dan 198. Ketiga rumah itu diserahkan di Kabupaten Tangerang, Banten pada Selasa 15 Oktober 2019 dalam acara serah terima.

Acara dihadiri Presiden Kopsyah BMI Kamaruddin Batubara, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, Asdep Pembiayaan Syariah Deputi Pembiayaan Kemenkop dan UKM RI, Camat, Sekretaris Kecamatan, Kepala Desa dan pejabat lainnya.

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar meberikan apresiasinya atas komitmen program kerja nyata Koperasi Benteng Mikro Indonesia selama ini untuk turut serta berpartisipasi guna mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera khususnya di Kabupaten Tangerang.

“Saya berharap melalui kegiatan ini bisa menjadi rangsangan bagi pihak lainnya untuk turut berkontribusi nyata sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap sesama,” kata dia.

Sementara Kamaruddin mengungkapkan,  Hibah Rumah Siap Huni dari Kopsyah BMI ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kemaslahatan umat.  Dia mengucapkan terimakasih kepada Bupati yang berkenan menyerahkan rumah ke-196 di wilayah Kabupaten Tangerang dan 198 untuk seluruh wilayah layanan Kopsyah BMI. 

Barakallah untuk kita semua. Adanya hibah rumah siap huni membuktikan upaya pemerataan ekonomi melalui koperasi, ” kata Kamaruddin dalam sambutannya.

Lanjut Kamaruddin Pemerintah Kabupaten Tangerang sangat mendukung program apapun yang dilakukan oleh Kopsyah BMI.

“Ke depannya yang perlu disinergikan adalah kerja sama dalam kegiatan sanitasi dan pembangunan rumah layak huni,” ujarnya.

Profil Penerima

Sarnah (69), seorang ibu rumah tangga di Kampung Baru Pengarengan, Desa Pangarengan, Kecamatan Rajeg adalah penerima unit ke 196.  Ibu Sarnah dan suaminya Pak Arja memiliki 6 orang anak di mana lima di antaranya sudah menikah.

Sarnah tinggal  bersama suami dan seorang anaknya yang punya keterbelakangan mental dengan kondisi ekonomi yang yang pas-pasan.  Ibu rumah tangga yang baru tiga bulan menjadi anggota koperasi ini  mendpaatkan penghasilan dari buruh limbah.

Bu Sarnah mempunyai 8 ekor bebek. Jika bebek-bebek itu bertelur maka telurnya akan dijual dan hasilnya digunakan untuk makan sehari-hari.  Itupun jika bebeknya bertelur, kadang Ia dibantu oleh anak-anaknya yang sudah menikah memberikan Rp20.000 seminggu.  Itupun jika ada.

Keluarga ini selama 40 tahun tinggal dalam rumah dengan keadaan tidak layak huni, bangunan yang sudah keropos, penuh lubang  dan bocor di musim penghujan . Kondisi ini membuat Ibu Sarna tidak bisa tidur dengan nyenyak karena khawatir rumah tersebut roboh.

Selain itu juga tidak adanya akses sanitasi yang layak membuat Ibu Sarna harus pergi ke kebun atau sungai jika ingin buang hajat.

Kopsyah BMI mendapatkan info ini dari MKCP Cisauk  bernama Rantika Maulidiah,  dari teman KKN STISNU Tangerang yang lokasinya berdekatan dengan rumah Ibu Sarna. Selanjutnya petugas lapangan Faizal Ash-Shidiq bersama Manajer KCP Rizka Adaniyah menindaklanjuti dan mengajak Ketua Rembug Pusat Teratai Yanti dan Kepala Desa Pengarengan Amri untuk mengurus kelengkapan pengajuan Hibah Rumah Siap Huni dari Kopsyah BMI.

Total biaya untuk pembangunan Hibah Rumah Siap Huni yaitu sebesar Rp50.000.000 (Infaq dari Keluarga Ibu Sarna untuk biaya pembangunan rumah sebesar Rp500.000 , dari mahasiswa STISNU Tangerang Rp500.000, Kades Pengarengan Rp500.000, kekurangannya dipenuhi oleh Kopsyah BMI sebesar Rp48.500.000.

Penerima rumah ke 197,  Ibu Nurpah (74) Janda dari Kampung Gabusan, Desa Ranca Labuh,  Kecamatan Kemiri.  Ibu ini sebetulnya mempunyai 4 orang anak . Namun tak seorangpun anak yang mau tinggal bersamanya.  Keseharian  Nurpah aktif mengikuti kegiatan pengajian di Majlis Ta’lim. Sementara untuk makan sehari-hari  sia hanya mengharapkan pemberian dari anak-anaknya karena memang usia yang sudah sepuh dan Ibu Nurpah pun tak punya usaha.

Total biaya pembangunan Hibah Rumah Siap Huni Rp25.000.000, dengan rincian Rp300.000 dari Infak anak- anaknya, sisanya Rp24.700.000 dari Kopsyah BMI.

Sementara penerima rumah ke 198 adalah Ibu Sarni dan Pak Jaman, warga Desa Sukamanah Kecamatan Rajeg.  Mereka memiliki 3 orang anak. Salah seorang  di antaranya sudah menikah, anak kedua yang diandalkan sebagai tulang punggung keluarga telah  meninggal dunia beberapa bulan lalu, dan satu yang saat ini masih bersekolah tingkat SMA.

Pak Jaman yang bekerja serabutan dan mencangkul mendapat upah sebesar Rp.30.000 per hari.  Jika tidak ada yang menyuruhnya mencangkul maka Pak Jaman berjualan daun pisang.

Kondisi sudah rumahnya sangat tidak layak huni, bangunan yang sudah rapuh termakan usia membuat mereka tidak bisa tidur dengan nyaman jikala malam hari ditambah jika dalam keadaan hujan deras.

Alhamdulillah Allah memberikan rezeki melalui Kopsyah BMI,  yaitu satu unit hibah rumah siap huni yang sangat bagus dan kokoh.

“Semoga Kopsyah BMI ini menjadi Koperasi yang sukses terus dan banyak anggotanya” ucap Ibu Sarni (van).

Share This:

You may also like...