Kopi Sembekandua, Inovasi Anak Desa dari Deli Serdang

Darwis H Harahap dengan seorang petani di lahan kopi di Desa Semebekan Dua, Deli Serdang-Foto: Dokumentasi Pribadi.

DELI SERDANG—Dengan niat meningkatkan taraf hidup rakyat desa di Sembekan Dua, Kabupaten Deli Serdang, seorang alumni Fakultas Pertanian, Universitas Islam Sumatera Utara Darwis Halomoan Harahap  mengajarkan petani cara budi daya kopi pada petani 2015.   Apalagi para petani itu masih ada hubungan kerabat dengan dirinya.

Di bawah bendera CV Muda Kopi Indonesia, Darwis menggerakan petani mulai dari lahan tiga hektar hingga kini seluas 15 hektar.  Pada Januari 2018 untuk mengangkat nama daerah Darwin menamakan brandnya Sembekandua, sesuai nama desanya.

“Desa ini dulu desa tertinggal dan tingkat ekonominya rendah. Kini meningkat sekalipun kami masih terkendala akses jalan yang masih memadai.  Akses Brastagi sekitar tujuh kilometer, hanya separuh yang diaspal,” ujar Darwis ketika dihubungi Peluang, Senin (7/7).

Darwis mengungkapkan jumlah petani yang terlibat sekitar 90 orang. Mereka mampu memproduksi 500 bungkus kopi per bulan dengan varian Rp35 ribu hingga Rp275 ribu per kilogram. Kapasitas produksi sebetulnya bisa sampai tiga ton per bulan.

“Sebenarnya kami sudah bisa ekspor. Namun terkendala pasar.  Syukurnya, dalam waktu dekat ini sudah ada penjajakan ekspor ke Korea walau masih kecil,” kata Darwis.

Pria kelahiran 1983 ini menceritakan kopi dari dusun Sembekan Dua ini mempunyai kelebihan ditanam di atas ketinggal 1.300-1.500 meter di atas pemrukaan laut, lokasinya baik karena berada di tengah hutan lindung. Kopi yang baik ditanam tidka terkena langsung sinar matahari.

“Cita rasa kami tidak terlalu keras, hingga disukai kaum perempuan.  Aroma lemon, mangga muda dan mineral. Karena dekat hutan lindung, tanah tempat habitat kopi mengandung mineral,” ungkap Darwis lagi.

Dalam sbeuah pameran -Foto: Dokuemntasi Pribadi

Saat ini pemasaran secara nasional, sudah ada yang membelid ari Korea Selata, Malaysia, Singapura dan Brunei. Ke depan Darwis dan timnya berencana untuk ekspor.  Saat ini pihaknya belajar dari Java Preanger untuk menjajaki ekspor (Irvan Sjafari).

Share This:

You may also like...