Koperasi Telekomunikasi Seluler : Bidik Pasar Digital

PERKEMBANGAN teknologi digital telah mengubah pola interaksi di hampir seluruh sektor. Tak kecuali di dunia bisnis. Kini, orang tidak perlu datang ke pasar untuk membeli barang yang dibutuhkan. Cukup berselancar di toko online melalui papan ketik laptop atau ponsel pintar yang terhubung internet, barang tiba di tempat tujuan.  Perubahan drastis ini disebut-sebut sebagai disrupsi ekonomi. Model bisnis nirdigital didorong untuk berubah, agar turn in merespons tuntutan pasar.

Koperasi Telekomunikasi Seluler (Kisel) amat menyadari bahwa digitalisasi membuka peluang bisnis yang luas. Koperasi yang dipimpin Tubagus Daniel Azhari ini pun siap memperluas layanan usaha koperasi. Situs perdagangan online (e-commerce) diluncurkan. “Kisel membuka e-commerce akhir tahun lalu untuk anggota dulu. Tahun depan baru dibuka untuk masyarakat luas,” ujarnya.

Kisel yang didirikan pada 23 Oktober 1996  juga menggali sumber-sumber pendapatan baru. Omzet Kisel yang pada 2016 sebesar Rp5,77 triliun berasal dari penjualan dan distribusi produk Telkomsel selanjutnya diproyeksikan meningkat.

Soalnya, selain e-commerce, Kisel juga bersiap dengan bisnis turunannya yaitu bidang logistik dan ekspedisi.

Meski persaingan di pasar e-commerce cukup ketat, peluang masih besar. Toh persaingan bebas bukan hal baru bagi Kisel. Dalam bisnis distribusi dan penjualan produk Telkomsel, Kisel harus bersaing dengan mitra distributor lainnya. “Dalam persaingan, kami memiliki kualifikasi yang sudah teruji,” tututnya. Oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas dinobatkan sebagai Koperasi Penggerak Pembangunan.

Share This:

You may also like...