Koperasi Produsen Kopi Margamulya, Gebrakan Petani Kopi di Kaki Gunung Tilu

Kebun kopi di Kaki Gunung Tilu-Foto: Republika.

BANDUNG—-Di Kaki Gunung Tilu terdapat hamparan kebun kopi milik petani di Kecamatan Pengalengan, Kabupaten Bandung.  Sebagian dari para petani itu mendirikan Koperasi Margamulya pada 2014 karena mereka yakin dengan bersatu mereka akan mendapatkan harga kopi yang terbaik, bahkan bisa meningkatkan kualitas.

Terbukti pada tahun buku 2018 koperasi sudah mempunyai aset bernilai sekitar Rp5 miliar, termasuk pabrik pembuatan kopi.  Menurut Ketua Koperasi Marga Mulya Muhammad Aleh pada RAT bebrapa waktu, mereka berhasil membagikan SHU sekitar Rp90 juta untuk sekitar 200 anggota.

“Memang masih belum besar, tetapi itu hasil tambahan buat anggota. Karena mereka juga mendapatkan keuntungan dari produksi kopi yang dibeli koperasi diolah untuk memudian dipasarkan,” tutur Aleh ketika dihubungi Peluang, Jumat (16/8/19).

Setiap tahun para petani kopi yang bergabung dalam koperasi mampu menghasilkan 150 ton kopi. Separuh di antaranya diekspor ke Jepang.  Harga kopi untuk basah dibandroll Rp95 ribu, biasanya untuk ekspor dan sisanya original Rp150 ribu  dipasarkan ke Kopi Nusantara.

Aleh mengatakan, koperasi yang dipimpinnya memproduksi varietas Kopi Sigarar Untang dengan merk dagang berlabel “Kopi Java Preanger Gunung Tilu”. 

Dia juga menyebut potensi kopi di wilayahnya besar dan belum semua petani bergabung ke koperasi. Dia memperkirakan 14 ribu KK terlibat dalam budi daya kopi di wilayah Kabupaten Bandung.

Aleh juga punya 5 ha kebun kopi mengaku, masa tanam tanaman kopi dimulai di musim penghujan dengan jangka waktu sekitar enam bulan. Setelah siap, kopi dipanen di bulan Maret yang biasanya sudah musim kemarau.

“Saya sudah bertani kopi sejak 2001. Krisis moneter membuat saya beralih dari pekerjaan formal,” kata pria yang pernah kuliah di ITB ini.

Mohamammad Aleh-Foto: GeraiUMKM Jawa Barat.

Pada Oktober 2017, Aleh  menjadi Juara I Coffee Cupping Competition Jenis Arabika di Smesco Rembug Kopi Nusantara, Jakarta. Selain itu juga dia menjadi Kelompok Tani Berprestasi untuk Komoditas Kopi pada Kategori Pengolah Hasil tahun 2015 dari Gubernur Jawa Barat.(Irvan Sjafari).

Share This:

You may also like...