Koperasi Produsen Berprestasi

Keberhasilan KAN JABUNG merajai koperasi produsen di Jawa Timur tidak sekonyong-konyong. Butuh waktu dan proses berliku sebelum jadi seperti sekarang.

KOPERASI Agro Niaga (KAN) JABUNG merupakan koperasi jenis produsen terbesar di Kabupaten Malang Jawa Timur. Koperasi ini juga kerap menyabet penghargaan baik tingkat daerah maupun nasional. Yang terbaru menorehkan prestasi sebagai Koperasi Berprestasi Tahun 2017 dalam bidang produsen yang diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi dan UKM. Penghargaan sejenis sebelumnya pernah diraih pada 1997, 2007, dan 2013.

KAN JABUNG merupakan koperasi yang bergerak dalam bidang produksi tebu, susu sapi perah, dan pakan ternak. Ketua I KAN Jabung Akhmad Ali Suhadi mengatakan keberhasilan koperasi ini  tidak lepas dari layanan yang diberikan kepada anggota yang sebagian besar peternak sapi perah sehingga mereka loyal.

Awalnya bernama KUD JABUNG yang berdiri  pada 27 Mei 1979  dengan  2.400 anggota,  terdiri dari 200 petani tebu dan 2.200 peternak sapi perah. Untuk menunjang industri peternakan di daerah, KAN JABUNG mengembangkan usahanya dengan mendirikan pabrik pakan ternak baru Sapronak dengan produk berkualitas tinggi dan harga terjangkau. Dengan adanya pabrik baru, produksi pakan ternak yang dihasilkan diprediksi dapat meningkat hingga empat kali lipat dari pabrik lama.

Sekadar informasi, pabrik lama dapat memproduksi pakan ternak sebanyak 50 juta ton perhari. Koperasi ini menyediakan tujuh jenis konsentrat yang diperuntukan untuk sapi perah dan sapi potong. Keberhasilan KAN JABUNG menjadi rajanya koperasi produsen di Jawa Timur tidak diperoleh dalam sekejap. Dibutuhkan waktu lama dan proses yang berliku sebelum akhirnya seperti sekarang. Saat masih bernama KUD JABUNG, kinerjanya memble meski terjadi pergantian pengurus dan manajemen beberapa kali. Bahkan terjadi miss manajemen yang berkepanjangan sampai mencapai klimaksnya pada  1984, di mana tidak mampu lagi membayar kewajiban-kewajibannya kepada anggota dan bank. Tumpukan utang yang kian menggunung menggiring koperasi ke titik nadir.

Barulah pada 1985 dengan manajemen baru KUD JABUNG mulai berbenah diri dan bergegas bangkit. Unit tebu rakyat, yaitu satu-satunya usaha yang bisa dibangun kembali sekuat tenaga diberdayakan. Transformasi ini terus berlanjut sampai    1998, KUD Jabung berubah menjadi KAN JABUNG melalui proses penggodokan dengan anggota dan tokoh masyarakat. Kembali ke jati diri koperasi dengan menata kembali penerapan nilai-nilai dan prinsip-prinsip koperasi menjadi landasan utama pengembangan pada tahap berikutnya.

Kini, pengurus terus meningkatkan pelatihan dan pendidikan kepada anggota agar menjadi peternak berjiwa entrepreneur. Selain itu, memacu kualitas SDM agar bisa memberikan layanan berkualitas kepada anggota.

Langkah penguatan internal KAN JABUNG berdampak terhadap capaian kinerja. Sampai akhir 2016, penjualan bersih naik 5% menjadi Rp175,70 miliar dengan total transaksi sebesar Rp244,26 miliar dimana sebagian besar dilakukan dengan anggota, selain dengan mitra dan anggota luar biasa. Peningkatan penjualan ditopang dari semua unit usaha yang ada. Total aset menanjak 27% dari periode sama tahun 2015 menjadi Rp104,01 miliar.   (Drajat)

Share This:

You may also like...