Koperasi Peternakan Bandung Selatan Harapkan Pemerintah Dukung Peremajaan Bibit

Ilustrasi-Foto: Istimewa.

PENGALENGAN—Wakil Ketua Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Haji Muhammad Nasrun mengatakan, hingga saat ini Koperasi Susu di Jawa Barat berguguran dalam lima tahun terakhir. Sedikitnya tujuh koperasi susu, umumnya KUD berguguran.  Semula jumlah koperasi 22 tinggal 15 koperasi.

“Memang pada saat ini kami menghadapi masalah sulitnya mendapatkan pakan dan mahalnya biaya peremajaan bibit sapi.  Tetapi  suatu saat kami optimis akan bangkit kembali. Terbukti koperasi susu yang masih hidup dalam kondisi yang bagus,” ujar Nasrun ketika dihubungi Peluang, Kamis (23/8/2018).

Nasrun mencontohkan, saat ini KPBS Pengalengan masih mampu memproduksi 80 ton susu per hari.  Saat ini harga susu yang dibeli Industri Pengolahan Susu berkisar Rp6000 hingga Rp6200 per kilogram.  Sementara kebutuhan pasar mencapai 7000 ton per hari.  Itu sebabnya KPBS pengalengan berencana meningkatkan kapasitas hingga mencapai 300 ton per hari.

“Saat ini kami hanya punya 13 ribu ekor sapi.  Produksi 80 ton itu dari 13 ribu sapi. Untuk meningatkan produksi, kami membutuhkan 35 ribu ekor sapi.  Sementara untuk mendapatkan bibit sapi mahal.  Harga sapi lokalbaru Rp20 juta dan impor spai perah mencapai Rp40-50 juta. Untuk itu  pemerintah bisa memberikan dukungan, yaitu  mensubsidi di batas Rp20  juta itu,” harap Nasrun.

Sementara itu pada Juli 2018 lalu, seperti yang dilansir Pikiran Rakyat,  Ketua Koperasi Peternakan Bandung Selatan Auun Gunawan mengungkapkan gugurnya tujuh koperasi susu  karena biaya operasional peternak spai relatif tinggi. Akibatnya peternak sapi beralih ke suaha lain. Selan itu   banyak trader yang nemampung susu dengan harga sedikit lebih tinggi dibanding koperasi.   Manajemen sebagian koperasi juga belum mumpuni.

“Pemerintah memang harus turun tangan meredam penurunan jumlah koperasi susu di Jabar, misalnya memberikan akses menafaatkan lahan milik perhutani dan pemerintah untuk kandang dan lahan tanam hijauan pakan. Tidak perlu gratis, tetapi disewakan,” ujar Aun

Badan Pusat Statistik Jawa Barat hingga  Maret  2018 mengungkapkan bahwa jumlah sapi perah mencapai 238 ribu ekor. Sementara secara nasional populasi sapi perah mencapai 16,5 juta ekor. Ironisnya 80 persen kebutuhan susu nasional masih impor (Irvan Sjafari)

 

Share This:

Next Post

Bamsoet Puji Indonesia One Festival Dukung Asian Games 2018

Kam Agu 23 , 2018
JAKARTA—Keberhasilan MPW Pemuda Pancasila DKI Jakarta bersinergi dengan BPD Komunitas Sahabat UMKM DKI Jakarta dalam menyelenggarakan event Indonesia One  Festival bertema “Culinary Entertainment  Festival” mendapatkan apresiasi Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. Menurut pria yang karib dipanggil Bamsoet itu penyelenggaraan kegiatan ini  merupakan bentuk dukungan aktif mempromosikan Indonesia pada ajang Asian […]