Koperasi Kerta Semaya Samaniya, Ekspor Kakao ke Mancanegara

Ilustrasi-Foto: Dokumentasi Pribadi.

JEMBRANA—Para petani cokelat di Kabupaten Jembrana, Bali mampu membuktikan dengan bekerja sama meningkatkan kesejahterahan.  Semangat itu tertera nama Koperasi Semaja Samaniya dalam bahasa Sansekerta kalau diterjemahkan sesuai dengan spirit koperasi.

Ketua Koperasi Kerta Semaya Samaniya (KSS) Ketut Ketut Wiadnyana menyampaikan bahwa dia dan anggotanya siap untuk meningkatkan kualitas produksi kakao agar tetap layak ekspor. Koperasi produsen yang mengelola lahan sekira  619 hektar mampu menembus pasar Eropa dan Jepang pada 2019.

Produksinya pada 2019  sekitar 47 ton dan 2020 mencapai  57 ton. Mneingkat secara signifikan sekalipun belum memenuhi target KSS sebesar 100 ton. Kakao produksi petani Jmebrana ini dilakukan secara organik.

Pada 2017 omzet KSS tumbuh sebesar Rp1,75 miliar meningkat menjadi Rp1,82 miliar pada 2018, sementara pada 2019  sudah mencapai Rp2,169.549.600 dan 2020 melesat hingga Rp2.862.390.364.

Sementara aset pada 2019 berkisar pada angka Rp852 juta dan meningkat pada 2020 menyentuh Rp1,02 miliar.

Ketut mengungkapkan selama 2020 mampu mengkspor kakao sebesar 12, 5 ton ke Prancis, ke Belanda 12,5 ton.  Selain itu KSS juga mengekspor kakao ke Jepang dan Amerika Serikat walaupun tidak terlalu besar. Sebagai catatan harga satu kilogram kakao Rp63 ribu dan kalau satu ton sekitar Rp63 juta.

“Hasil ini tidak terjadi begitu saja. KSS sebetulnya sudah berdiri pada 2006, namun sempat kolaps dan tinggal papan nama. Kemudian pada 2011 bangkit kembali didorong seorang relawan dari Denpasar yang melihat potensi koperasi itu sebetulnya besar dan ini membua saya ikut bergabung ke koperasi,” papar Ketut ketika dihubungi Peluang, Senin (22/2/21).

Kini KSS berjuang menghadap imbas pandemi. Namun Ketut dan para pengurus tetap berupaya mempertahankan usahanya. Salah di antaranya dengan melakukan pengembangan kakao berupa mid (daging), butter atau minyak kakao, serta powder atau bubuk kakao.

Ilustrasi-Foto: dokumentasi Pribadi.

Pihaknya sudah bekerja sama dengan seorang tenaga ahli di Bandung dan produsen kakao di sana. Pada 2021 ini KSS menjajaki ekspor kakao mid ke Singapura.

“Kami juga sudah melibatkan para perempuan dan petani milenial ke dalam koperasi. Awalnya sulit, karena para petani laki-laki tidak percaya pada kemampuan perempuan. Namun ternyata mereka mampu, “ paparnya.

Ketut juga mengungkapkan KSS kini beranggotakan 609 orang. Dari jumlah itu 214 perempuan dan 125 petani milenial (Van).

Share This:

One Comment on “Koperasi Kerta Semaya Samaniya, Ekspor Kakao ke Mancanegara”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *