Koperasi Jangan Takut Bersentuhan dengan Teknologi

Suryo Hadiyanto (palingkanan)-Foto: Drajat Kurniawan.

JAKARTA—-Era revolusi industri 4.0 menghadirkan perubahan yang sangat dinamis, dalam segala hal. Hampir tidak ada usaha yang telah mapan bebas dari ancaman disrupsi, termasuk usaha koperasi. Oleh karenanya, gerakan koperasi mestinya melakukan transformasi digital dalam seluruh aspek.

“Pengelolan bisnis secara tradisional sudah tidak relevan lagi dengan situasi sekarang yang semuanya serba digital. Koperasi perlu memodernisasi bisnisnya dengan basis dukungan teknologi digital,” ujar Suryo Hadiyanto, Ketua Umum Koperasi Telekomunikasi Selular (Kisel), di sela penandatanganan kerja sama Kisel dengan KSP Sejahtera Bersama (KSP SB).

Keberhasilan Kisel bertengger di posisi 94 dari 300 Koperasi Besar Dunia salah satunya karena transformasi digital.

“Koperasi jangan takut bersentuhan dengan teknologi untuk memajukan usahanya,” ujar Suryo.

Meski menyadari ada keterbatasan di koperasi dalam melakukan digitalisasi seperti dalam aspek keuangan, SDM, dan kultur, namun kata Suryo, yang penting ada keinginan dulu. Jika niat untuk berubah, ia yakin koperasi bisa melakukannya.

“Yang penting niat dulu mau berubah ke arah digitalisasi,” tuturnya.

Berkaca dari pengalaman Kisel, penerapan digital memberikan beberapa manfaat antara lain peningkatan produktivitas, memberi kenyamanan bagi anggota, dan memudahkan pengambilan keputusan.

Selain itu, juga akan menumbuhkan koperasi yang berkarakter di mana usahanya tidak mudah diduplikasi pemain baru. Termasuk di usaha simpan pinjam yang sebenarnya sangat membutuhkan sentuhan digital. Penerapan digital juga tidak bertentangan dengan prinsip dan jatidiri koperasi.

“Mari kita berkolaborasi untuk kejayaan Koperasi Indonesia,” pungkasnya (Drajat).

Share This: