Koperasi Harus Adopsi Teknologi Digital

Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM Rully Nuryanto-Foto: Drajat.

YOGYAKARTA-–Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM Rully Nuryanto mengatakan, perkembangan digital harus dimanfaatkan oleh koperasi untuk mengembangkan usahanya.

“Koperasi perlu memanfaatkan perkembangan digital untuk mendukung usaha dan peningkatan kualitas layanan kepada anggotanya,” ujar Rully saat memberi sambutan di RAT Tahun Buku 2019 KSPPS BMT Beringharjo di Yogyakarta.

Ada dua manfaat, kata Rully, yang diperoleh dengan teknologi informasi (TI). Pertama, lebih efisien dalam proses usahanya. Bahkan, dengan TI ke depan pelaksanaan RAT bisa dilakukan tanpa perlu tatap muka dengan anggota. Namun harus tetap menyerap aspirasi seluruh anggota. Kedua TI bisa menjangkau sasaran yang lebih luas karena sifatnya  borderless dan timeless.

Pengembangan TI juga sejalan dengan arahan dari Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki yang akan melakukan rebranding Koperasi melalui TI.

Rully menambahkan, terkait dengan forum RAT sangat penting bagi kehidupan koperasi. Terlebih di tengah adanya nada-nada minor seperti koperasi yang bermasalah, abal-abal, dan investasi bodong.

“RAT sangat penting sebagai mekanisme pengawasan internal oleh anggota koperasi,” ujar Rully.

Ia mendorong para nggota untuk mencermati kinerja Pengurus. Sebab, RAT bukan hanya seremonial belaka tetapi harus menjadi forum evaluasi yang efektif. 

“Saya sering lihat anggota koperasi yang sudah menerima laporan Pengurus, hanya terfokus pada SHU-nya saja. Padahal seharusnya lebih dari itu bagaimana kinerja Pengurus,” ujar Rully.

Berdasarkan pengamatannya, koperasi abal-abal itu  umumnya tidak menggelar RAT. Atau pun jika RAT diadakan hanya seremonial saja. 

Ia juga mengatakan, hubungan koperasi dengan anggota bukan hanya sekadar bisnis semata. Tetapi punya ikatan emosional yang kuat. Hal ini berbeda dengan perbankan yang hubungannya hanya bersifat bisnis semata (Drajat).

Share This: