Koperasi di Sinjai Didorong Dukung Pertumbuhan Sektor Ril

Nelayan di Sinjai-Foto: Istimewa.

JAKARTA—-Kepala Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Binjai  H Firdaus mengatakan jajarannya siap menjalankan tugas berat menjadi koperasi yang ada di wilayahnya menjadi koperasi yang bergerak di sektor ril di wilayahnya menjadi koperasi yang memberikan potensi ekspor.

Saat ini jumlah koperasi yang ada di Kabupaten Sinjai hanya mencapai 132 saja dan dari jumlah itu hanya 87 yang aktif. Jumlah anggota pada 132 koperasi tersebut sebanyak 23.097 orang, sementara tenaga kerja atau karyawan yang terserap sebanyak 188 orang.

Dari 87 yang aktif itu merupakan koperasi produsen di bidang perikanan dan pertanian, yang menjadi konsen Kemenkop UKM untuk memberikan kontribusi ekspor.

“Yang paling sulit adalah mengubah mindset pelaku koperasi bahwa mereka adalah penggerakan roda perekonomian. Selain itu juga perlu pembenahan SDM pengurus, utamanya kemampuan dalam menyusun laporan keuangan,” papar Firdaus kepada Peluang dalam acara Sinjai Investement Forum dan UMKM Expo di Perpustakaan Nasional, Jumat (14/2/20).

Firdaus juga mengakui bahwa dia juga mengetahui Lembaga Pembiayaan Dana Bergulir (LPDB) KUMKM hanya fokus pada koperasi, khususnya kepada koperasi yang bergerak di sektor ril. Untuk itu pihaknya mendorong pembenahan kinerja koperasi itu agar mereka berpikir untuk meningkatkan produksi.  Selain LPDB, Dinas Koperasi di Sinjai juga menggalakan dukungan pendanaan dari perbankan.

“Memang koperasi di sektor ril membutuhkan biaya. Untuk perikanan misalnya, seharusnya koperasi yang membeli ikan dari nelayan dan kemudian koperasi yang mencarikan pasarnya. Begitu juga dengan pertanian,” ujar Firdaus lagi.

Mantan Kadis Kominfo dan Persandian Sinjai ini juga terkadang menemukan ada koperasi yang terlambat mengadakan RAT hanya karena tidak tahu menyusun laporan keuangan, padahal koperasinya sudah lama berdiri.

“Pekerjaan rumah kami memang banyak, “ kata dia.

Sementara untuk sektor UKM, Firdaus mencatat sekira 17 ribu begerak di sektor mikro, 9 ribu sekotor kecil dan hanya sekitar 1.900 sektor menengah (van).

Share This: