Koperasi dalam Ekosistem Digital Tidak Sampai Satu Persen

Ilustrasi-Foto Dokumentasi Majalah Peluang.

JAKARTA—-Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) Teten Masduki mengungkapkan koperasi yang masuk ekosistem digital hanya 906 koperasi atau hanya 0,73 persen dari 123 ribu koperasi aktif.

Untuk itu Teten mendorong digitalisasi  koperasi harus dipercepat. Dengan begitu dapat bersaing dengan badan usaha lainnya.

“Saat ini menjadi momentum modernisasi koperasi dan  menyejajarkan koperasi dengan badan usaha lainnya, momentum untuk menjadikan koperasi sebagai pilihan rasional demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Teten melalui siaran pers, Jumat (20/11/20).

Manfaat ekosistem digital saat pandemi Covid-19 sudah terbukti pada  UMKM. Pelaku usaha yang punya akses ke  platform digital mampu bertahan.

Data menunjukkan penjualan di kuartal kedua pengguna platform digital meningkat 26 persen dibandingkan tahun lalu, sedangkan yang tidak terhubung dengan platform digital mengalami penurunan omzet.

Teten mengatakan, ini menjadi tantangan dalam meningkatkan jumlah koperasi yang akan memanfaatkan platform digital.

“Transformasi koperasi terhadap teknologi digital  harus kita lakukan. Sekarang era digital kita tidak mungkin keluar dari era ini. Semua sekarang sudah terhubung dalam ekosistem digital,” tutur Teten dengan penuh semangat.

Menteri  mencatat nilai digital ekonomi Indonesia yang terbesar di Asia Tenggara. Pada 2025, nilai digital ekonomi Indonesia diperkirakan mencapai Rp1.700 triliun. Nilai pasar digital ini harus dimanfaatkan oleh koperasi dan UMKM dari dalam negeri, kalau tidak akan diserbu oleh  produk dari luar.

Digitalisasi membuat  koperasi meningkatkan pelayanan, transparansi, akuntabilitas. Dengan begitu, masyarakat yang menjadi anggota koperasi dapat terlayani secara optimal serta meningkatkan kepercayaan masyarakat.

“Saat ini harus diakui koperasi masih dianggap jadul, tidak modern, layanan lambat, akuntabilitas buruk. Ini momentum kita membalik stigma itu, koperasi bisa tambil juga lebih hebat dari korporasi. Koperasi bisa menghadirkan kesejahteraan yang lebih baik,” tegas Teten.

Tak lupa Teten mengatakan,  Undang-Undang Cipta Kerja (UU CK) memberikan dukungan bagi koperasi dan UMKM melakukan tranformasi.

Dalam UU Cipta Kerja, ada lima tranformasi yang diharapkan terjadi, yakni transformasi usaha informal ke formal, transformasi digitalisasi, transformasi usaha perorangan atau skala kecil ke skala keekonomian, transformasi berbasis teknologi dan transformasi UMKM berbasis kawasan, komunitas, klaster dan rantai pasok.


Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *