Koperasi Bunga Penggerak Ekonomi Belanda

Pendirian koperasi bunga di Belanda memiliki akar sejarah untuk memotong rantai distribusi penjualan bunga yang  dikuasai perantara.

Jika ada penggemar bunga yang indah, tidak ada salahnya berkunjung ke Belanda. Ini karena di sana dapat menyaksikan kebun-kebun bunga yang indah dengan bunga yang paling terkenal adalah bunga tulip. Selain itu, ada bunga krokus, hyacinth, dan bunga-bunga cantik lainnya menghampar mulai awal musim semi sampai sepanjang musim panas. Umumnya pasar bunga di Negeri Kincir Angin tersebut dikelilingi kafe dan toko suvenir khas Belanda. Pasar bunga di kanal Singel Amsterdam terbilang paling unik. Ini karena transaksi jual beli bunga dilakukan di atas tongkang yang terapung di kanal.

Bagi masyarakat Belanda, bunga tulip bukan hanya sekadar komoditas bernilai ekonomi tetapi sudah menjadi budaya tersendiri. Penjualan bunga berkontribusi besar terhadap pertumbuhan  ekonomi mereka.

Selain di Amsterdam, Belanda memiliki pasar lelang bunga tulip terbesar di dunia yang terletak di Aalsmeer, daerah dekat bandara internasional Schiphol. Di tempat ini, para pembeli grosir seluruh dunia memburu bunga tulip terindah untuk kemudian dijual kembali. Aalsmeer juga menjadi kantor pusat Royal Flora Holland (Koperasi Bunga) atau nama resminya adalah  Koninklijke Coöperatieve Bloemenveiling Royal FloraHolland U.A.

Royal Flora Holland didirikan pada 1 Januari 2008, hasil merger antara Flora Holland dengan Verenigde Bloemenveilingen Aalsmeer (VBA). Kedua koperasi ini memiliki akar yang sama yaitu melawan para perantara bunga. Pada era 1910, perdagangan bunga dikuasai oleh para broker sehingga harga di tingkat petani rendah. Muncullah kesadaran untuk membentuk koperasi bunga pada 1911 di Bloemenlust. Satu tahun kemudian, tepatnya pada 5 Januari 1912 berdiri koperasi bunga di daerah Aalsmeer (Central Aalsmeer Auction). Baru enam tahun berdiri, omzet penjualan bunganya mencapai 1 juta gulden (mata uang Belanda sebelum beralih ke Euro)

Koperasi bunga Bloemenlust kemudian merger dengan Aalsmeer dengan nama Koperasi Bunga Aalsmeer (Aalsmeer Flower Auction) pada 6 Maret 1968.  Keberhasilan koperasi bunga di Aalsmeer dalam meningkatkan omzet penjualan menginspirasi petani bunga di daerah lainnya. Di Naaldwijk, kota yang terletak di selatan Belanda, petani bunga mendirikan Central Westland Cut Association (C.W.S.) pada 2 Maret 1923. CWS kemudian bertransformasi menjadi Koperasi CWS pada 30 Maret 1931.

Dalam perkembangannya Flora Royal Holland semakin menunjukkan tajinya.  Ini terlihat dari pembangunan fisik pasar bunga indoor yang luasnya hampir 900 ribu meter persegi. Sehingga wajar jika Aalsmeer dijuluki sebagai pasar bunga terbesar di dunia. Produk bunganya pun tidak hanya untuk pasar domestik tetapi sudah merambah ke seluruh penjuru dunia.  Dengan perkembangan usahanya yang pesat, pendapatannya pada 2015 sebesar 5 miliar Euro dengan laba bersih sebesar 12,5 juta Euro.

Dengan nilai pasar bunga di Eropa rata-rata senilai 36 miliar Euro, diperkirakan usaha Royal Flora Holland akan terus berkembang. Apalagi jika pada momen-momen tertentu seperti Valentine Days, dipastikan omzet akan melonjak.

Kesuksesan koperasi bunga di Belanda menjadi bukti bahwa persatuan dalam wadah koperasi bisa meningkatkan posisi tawar anggota. Asalkan dikelola dengan profesional, koperasi dapat menjadi lokomotif penggerak perekonomian.

Share This:

1 thought on “Koperasi Bunga Penggerak Ekonomi Belanda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *