Koperasi Agribisnis Terbesar Negeri Paman Sam

CHS berperan besar dalam menopang kedaulatan pangan dan energi di Amerika Serikat. Sampai pertengahan tahun ini, laba bersihnya sebesar 347 juta dollar AS.

Di Amerika Serikat  yang sering dijuluki sebagai mbahe kapitalis, koperasi bisa bersanding dengan korporasi. Bahkan kinerjanya terus tumbuh dan dipercaya sebagai institusi yang mampu menyejahterakan anggota dan masyarakat. Seperti yang ditunjukkan CHS, koperasi yang dimiliki oleh komunitas petani dan peternak. CHS yang didirikan pada 1929, merupakan koperasi agribisnis terbesar di AS yang beroperasi di 16 negara bagian AS dan Kanada serta melayani lebih dari 140 ribu anggota. CHS juga mempekerjakan lebih dari 11 ribu orang di seluruh wilayah operasionalnya.

Melansir data World Coop Monitor, CHS merupakan koperasi agribisnis terbesar kedua di dunia setelah Koperasi Zennoh, Jepang. Selain bergelut dengan bisnis komoditas pertanian seperti kedelai, biji-bijian, CHS juga menekuni usaha lain yaitu di sektor energi, pangan, energi terbarukan, keuangan dan transportasi.

Produktivitas koperasi yang masuk dalam perusahaan Fortune 100 ini juga cukup besar. Ambil contoh di produk pertanian  dimana dalam setahun rata-rata produksi biji-bijian dan minyak sayur yang dihasilkan sebesar 52 juta metrik ton, baik untuk pasar domestik maupun diekspor ke 65 negara.

Dengan tingkat produktivitas yang tinggi kinerja keuangannya pun ikut terdongkrak. Pada semester I-2018, CHS mampu meraup laba bersih sebesar 346,7 juta dollar AS, atau meningkat dibanding periode sama tahun sebelumnya sebesar 223,7 juta dollar AS. Perkembangan usaha koperasi pertanian CHS ini juga tidak lepas dari kebijakan pemerintah AS yang memproteksi sektor pertanian dari serbuan produk impor.

Share This: