Kopdit Obor Mas Terus Menuai Prestasi

Konsisten menerapkan prinsip dasar koperasi membuat usaha Kopdit Obor Mas berkembang dan dipercaya sebagai penyalur KUR pertama di NTT. Bappenas menobatkannya sebagai salah satu Koperasi Penggerak Pembangunan 2017 terbaik.

DI TENGAH pandangan banyak pihak yang pesimis terhadap koperasi, Kopdit Obor Mas Maumere Nusa Tenggara Timur (NTT) tampil memberi harapan. Konsistensi dalam menerapkan prinsip dasar koperasi, membuat Kopdit ini mampu mempertahankan eksistensinya selama 35 tahun.

Daniel Daseng, Wakil Ketua Kopdit Obor Mas mengatakan, pentingnya menjaga prinsip dasar koperasi dan terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada anggota. “Kami terus meningkatkan kualitas pelayanan untuk tetap mempertahankan Kopdit Obor Mas sebagai kopdit terbesar di NTT,” ujar Daniel.

Salah satu upaya Kopdit Obor Mas dalam meningkatkan layanan adalah menggandeng  perusahaan pengembang membangun perumahan untuk anggota. Dengan begitu, kebutuhan dasar anggota terhadap perumahan dapat terpenuhi.

Koperasi yang berdiri pada 4 November 1972 atas inisiatif para guru SD, kata Daniel secara teratur memberi pendidikan dan pelatihan anggota sebagai salah satu prinsip dasar koperasi. “Pendidikan dan pelatihan kepada anggota terus kita lakukan,” ujar Daniel, pria yang telah memiliki 5 anak dan 4 cucu ini.

Upaya pengembangan kualitas layanan yang dilakukan berbuah manis. Ini terlihat dari kepercayaan masyarakat terhadap Kopdit Obor Mas yang meningkat dibuktikan dengan pertambahan anggota. Pada 2016, tercatat jumlah anggota sebanyak 54.198 orang, naik 59,17% dari tahun 2015 yaitu 34.051 orang. Jumlah ini meningkat lagi menjadi 68.876 orang per 31 Juli 2017.

Perkembangan usaha Kopdit kebanggaan masyarakat Maumere ini, melirik perhatian pemerintah. Kopdit Obor Mas dipercaya sebagai kopdit pertama penyalur KUR 2017 di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebagai penyalur KUR, sebenarnya Kopdit Obor Mas mendapat alokasi dana sebesar Rp150 miliar. Namun pada tahap awal realisasinya baru Rp100 miliar. Ini tidak lepas dari kemampuan anggota dalam memulai usaha yang berbeda-beda.  Jumlah ini nantinya dapat meningkat sesuai dengan perkembangan usaha anggota.

Terkait dengan kinerja sepanjang 2016, Kopdit Obor Mas tumbuh signifikan dimana aset menjadi Rp504 miliar atau tumbuh 22,18% dibandingkan tahun sebelumnya Rp412,5 miliar di 2015. Jumlah aset naik lagi menjadi Rp563 miliar sampai akhir Juli 2017.

Sedangkan, omzet pelayanan pinjaman tercatat sebesar Rp256,3 miliar atau tumbuh 31,34% dari 2015 sebesar Rp202 miliar. Jumlah modal sendiri koperasi tercatat sebesar Rp129,3 miliar, naik 36,4% dibandingkan 2015 sebesar Rp94,8 miliar.

Melihat kiprahnya dalam memajukan perekonomian daerah, Kopdit Obor Mas dinobatkan oleh Bappenas sebagai Koperasi Penggerak Pembangunan Tahun 2017. “Penghargaan ini merupakan hasil dari kerja keras seluruh pihak,” pungkas Daniel, yang telah menjadi anggota

Obor Mas sejak 1977.   (Drajat)

Share This:

You may also like...